Dilarang Masuk AS, Pria Ini Salahkan Donald Trump
Kamis, 24 Desember 2015 - 15:47 WIB
Dilarang Masuk AS, Pria Ini Salahkan Donald Trump
A
A
A
LONDON - Mohammad Tariq Mahmood nampaknya masih kesal dengan kejadian yang menimpa diri dan seluruh keluarganya pada pekan lalu. Saat itu, secara tiba-tiba visa untuk berangkat ke Amerika Serikat (AS) Mahmood dan seluruh keluarganya dibatalkan oleh pemerintah AS.
Sebagai respon atas insiden tersebut, Mahmood menyalahkan calon Presiden AS asal Partai Republik Donald Trump. Seperti diketahui, Trump beberapa waktu lalu pernah mengatakan bahwa pemerintah AS harusnya melarang Muslim untuk masuk AS.
"Bisa jadi karena Donadl Trump yang membuat semua hal buruk ini menimpa kami," kata Mahmood, seperti dilansir Metro pada Kamis (24/12).
Sementara itu, di kesempatan yang sama dirinya juga menuturkan bahwa ia telah mengadukan hal ini kepada pemerintah Inggris, dan sejauh ini pemerintah Inggris telah berusaha membantu dirinya mendapatkan ganti rugi atas insiden tersebut.
"Anggota Parlemen kami telah sangat membantu. Tapi dia mengatakan bahwa dia harus memukul dinding tebal, dan mendesak (David) Cameron untuk membantu," sambung Mahmodd.
Dirinya mengaku sampai saat ini belum mendapatkan ganti rugi atas insiden itu. Dirinya juga berharap pemerintah Inggris dapat segera memberikan kepastian kapan ganti rugi itu bisa mereka dapatkan.
Sebagai respon atas insiden tersebut, Mahmood menyalahkan calon Presiden AS asal Partai Republik Donald Trump. Seperti diketahui, Trump beberapa waktu lalu pernah mengatakan bahwa pemerintah AS harusnya melarang Muslim untuk masuk AS.
"Bisa jadi karena Donadl Trump yang membuat semua hal buruk ini menimpa kami," kata Mahmood, seperti dilansir Metro pada Kamis (24/12).
Sementara itu, di kesempatan yang sama dirinya juga menuturkan bahwa ia telah mengadukan hal ini kepada pemerintah Inggris, dan sejauh ini pemerintah Inggris telah berusaha membantu dirinya mendapatkan ganti rugi atas insiden tersebut.
"Anggota Parlemen kami telah sangat membantu. Tapi dia mengatakan bahwa dia harus memukul dinding tebal, dan mendesak (David) Cameron untuk membantu," sambung Mahmodd.
Dirinya mengaku sampai saat ini belum mendapatkan ganti rugi atas insiden itu. Dirinya juga berharap pemerintah Inggris dapat segera memberikan kepastian kapan ganti rugi itu bisa mereka dapatkan.
(esn)