Gadis India Masih Hidup usai Diperkosa, Ditembak dan Dilempar ke Sumur

Kamis, 10 Desember 2015 - 12:09 WIB
Gadis India Masih Hidup...
Gadis India Masih Hidup usai Diperkosa, Ditembak dan Dilempar ke Sumur
A A A
NEW DELHI - Seorang gadis India berusia 15 tahun bertahan hidup setelah diculik, diperkosa selama dua minggu, ditembak dua kali di bagian dada dan perut dari jarak dekat, dan dilemparkan ke sumur sedalam 30 kaki atau 9 meter.

Hebatnya, setelah ditemukan di dasar sumur, remaja perempuan ini berani mampu mengungkapkan identitas penyerangnya.

Kisahnya, wanita yang dikenal sebagai “Poonam” yang bukan nama sebenarnya diajak naik mobil oleh orang yang baru dia kenal bersama dua pria lain di sekitar Delhi Barat, pada 22 November 2015. Kala itu, Poonam sedang pergi untuk membeli kartu Ponsel. Dengan mobil itu, dia dibawa ke sebuah rumah di kawasan pertanian di dekat Desa Salempur Gurjar. Di rumah itulah dia disekap dan diperkosa selama dua minggu.

Tiga penyerangnnya, salah satunya pria yang sudah dia kenal ketika dia pergi ke toko pamannya. Poonam mengatakan kepada polisi bahwa, setiap kali para penyerang memperkosanya mereka selalu membawakan makanan.


Kemudian pada hari Sabtu, 6 Desember 2015, penyerangnya mengatakan bahwa, dia akan dibebaskan dan dia dimasukkan ke mobil. Remaja perempuan itu berupaya melarikan diri ketika ketiga pria penyerangnya itu menghentikan mobil untuk minum air. Tapi, saat ia melarikan diri dia ditembak dengan pistol dari jarak dekat.

Para penyerang itu panik karena yakin Poonam sudah meninggal akibat tembakan dua kali di dada dan perut. Saking paniknya, mereka melempar tubuh Poonam ke sumur sedalam 30 kaki di dekat Desa Tughalpur. Tapi, siapa sangka remaja perempuan itu masih bertahan hidup.


Poonam terpaksa menghadapi suhu beku semalaman di dalam sumur sebelum akhirnya teriakannya didengar warga desa yang menolongnya. Seorang warga desa yang menolongnya diketahui bernama Babbal Bhati. “Dia berlumuran darah dan menangis ketika kita menariknya keluar dengan tali. Kami membawanya ke rumah sakit swasta terdekat dengan sepeda motor,” kata Bhati yang dilansir dari Times of India, Kamis (10/12/2015).


Poonam dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Beruntung dia bisa diselamatkan dan menceritakan insiden menakutkan itu kepada polisi. Salah satu tersangka yang dikenal Poonam, berhasil ditangkap polisi. Tersangka itu bernama Krishan, pria yang berkenalan dengan Poonam di toko pamannya.


Dua tersangka lainnya juga dilaporkan telah ditangkap. Namun, usianya masih di bawah umur sehingga identitasnya tidak diungkap polisi. Seorang petugas polisi, Laxmi Chauhan, mengatakan bahwa meskipun remaja perempuan ditembak, "pelurunya tidak merusak organ vitalnya."
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
13 menit yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
1 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
3 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
3 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
3 jam yang lalu
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved