Milisi Syiah Ancam Serang Tentara Turki 'Penginvasi' Irak

Kamis, 10 Desember 2015 - 08:53 WIB
Milisi Syiah Ancam Serang...
Milisi Syiah Ancam Serang Tentara Turki 'Penginvasi' Irak
A A A
BAGHDAD - Milisi Syiah yang memiliki hubungan dengan Iran mengancam akan menyerang pasukan Turki yang dikerahkan di Mosul, Irak Utara. Pemerintah Irak telah marah dan menganggap ratusan tentara Turki menginvasi Irak.

Baghdad telah minta NATO menekan Turki agar menarik ratusan tentaranya dari Mosul, wilayah Irak utara yang dikenal diduduki ISIS. Irak juga telah mengultimatum Turki agar menarik semua tentaranya dari Mosul dalam waktu 48 jam.

Ancaman dari milisi Syiah itu disampaikan Karim al-Nuri, juru bicara Brigade Badr, keompok koalisi terbesar milisi Syiah. Dia menyamakan ”invasi” tentara Turki di Mosul sama halnya dengan ulah kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang juga menduduki wilayah Irak utara itu.

Kami memiliki hak untuk merespons dan kita tidak mengecualikan jenis respon sampai Turki belajar dari pelajaran mereka, kata Nuri. Apakah mereka memiliki mimpi memulihkan kebesaran Ottoman? Ini adalah khayalan besar dan mereka akan membayar mahal karena arogansi Turki,” lanjut dia.


Turki pada Selasa lalu mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menarik tentaranya, tetapi juga tidak akan mengirim lagi. Baghdad menegaskan bahwa Irak tidak pernah mengundang tentara mana pun di wilayahnya.

Sedangkan anggota parlemen Irak pada Rabu dengan suara bulat menyetujui mosi untuk mendukung pemerintah dalam mengambil langkah-langkah apapun terhadap tindakan militer Turki. Beberapa anggota parlemen Irak mengusulkan untuk mengobarkan "perang ekonomi" terhadap Turki.

Sedangkan Jafaar Hussaini, juru bicara salah satu kelompok bersenjata Syiah, Hizbullah Kata'ib, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/12/2015) mengatakan bahwa kekerasan mungkin diperlukan.

Kami mengatakan bahwa opsi militer masih mungkin dan kami mungkin mencapai tahap dalam beberapa hari ke depan di mana kita mulai melaksanakan operasi melawan Turki, baik itu terhadap tentara mereka atau kepentingan Turki di Irak,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Turki Penjarakan Pengantin...
Turki Penjarakan Pengantin ISIS Pertama dari Australia
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
26 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
6 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
7 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved