Todongkan Pistol, Pemberontak Suriah Paksa Militan ISIS Berlutut
Rabu, 09 Desember 2015 - 09:26 WIB
Todongkan Pistol, Pemberontak Suriah Paksa Militan ISIS Berlutut
A
A
A
ALEPPO - Sebuah video menunjukkan para pasukan pemberontak Suriah memaksa para militan ISIS berlutut di bawah todongan pistol. Para militan ISIS diperlakukan layaknya sandera yang hendak dieksekusi dengan mengenakan jumpsuit oranye.
Video yang telah beredar di internet itu tidak menunjukkan para militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dieksekusi. Para pasukan pemberontak Suriah yang menggiring para militan ISIS layaknya tawanan itu mengenakan seragam balaclavas
Sebuah baru 'eksekusi' fitur video pejuang Suriah pemberontak memaksa ISIS tawanan berlutut di tanah di bawah todongan senjata - hanya bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang sama sekali tak terduga.
Pasukan pemberontak Suriah yang membuat para militan ISIS bertekuk lutut itu dari kelompok Al-Shamiyya yang berbasis di Aleppo. Mereka dengan bangga memamerkan pistol dandibidikkan ke kepala para militan ISIS.
Salah satu pasukan itu menyampaikan pesan di video; ”Muslim bukan penjahat”. Pesan itu sebagai sindiran keras terhadap ISIS yang dianggap mencatut nama Islam untuk melakukan kebrutalan di wilayah Suriah.
Meski demikian, yang mengherankan para pemberontak Suriah itu mengampuni para militan ISIS dengan tidak mengeksekusi mereka. Presiden Kantor Syariah Al-Shamiyya, Sheikh Mohammed Khatib, menyampaikan pesan, bahwa pemberontak Suriah tidak mencari popularitas dengan melakukan kebrutalan seperti yang dilakukan ISIS.
“Untuk juara revolusi kami dan harapan dari orang-orang kami, keadilan akan membimbing kita, Islam membutuhkan kita,” katanya. ”Kami telah memungkinkan Anda jalan keluar, kami tidak mencari ketenaran apapun,” katanya lagi, seperti dikutip dari Daily Mirror, Rabu (9/12/2015).
”Jika Anda ingin mengeksekusi kami, di sinilah pedang kami, eksekusi tersebut hanya akan mengkonsolidasikan iman kita,” lanjut dia. ”Kebaikan adalah premis hidup kita.”
Para anggota militan ISIS itu kemudian dijebloskan ke penjara atas kebrutalan memuakkan yang mereka lakukan di Suriah.
Video yang telah beredar di internet itu tidak menunjukkan para militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dieksekusi. Para pasukan pemberontak Suriah yang menggiring para militan ISIS layaknya tawanan itu mengenakan seragam balaclavas
Sebuah baru 'eksekusi' fitur video pejuang Suriah pemberontak memaksa ISIS tawanan berlutut di tanah di bawah todongan senjata - hanya bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang sama sekali tak terduga.
Pasukan pemberontak Suriah yang membuat para militan ISIS bertekuk lutut itu dari kelompok Al-Shamiyya yang berbasis di Aleppo. Mereka dengan bangga memamerkan pistol dandibidikkan ke kepala para militan ISIS.
Salah satu pasukan itu menyampaikan pesan di video; ”Muslim bukan penjahat”. Pesan itu sebagai sindiran keras terhadap ISIS yang dianggap mencatut nama Islam untuk melakukan kebrutalan di wilayah Suriah.
Meski demikian, yang mengherankan para pemberontak Suriah itu mengampuni para militan ISIS dengan tidak mengeksekusi mereka. Presiden Kantor Syariah Al-Shamiyya, Sheikh Mohammed Khatib, menyampaikan pesan, bahwa pemberontak Suriah tidak mencari popularitas dengan melakukan kebrutalan seperti yang dilakukan ISIS.
“Untuk juara revolusi kami dan harapan dari orang-orang kami, keadilan akan membimbing kita, Islam membutuhkan kita,” katanya. ”Kami telah memungkinkan Anda jalan keluar, kami tidak mencari ketenaran apapun,” katanya lagi, seperti dikutip dari Daily Mirror, Rabu (9/12/2015).
”Jika Anda ingin mengeksekusi kami, di sinilah pedang kami, eksekusi tersebut hanya akan mengkonsolidasikan iman kita,” lanjut dia. ”Kebaikan adalah premis hidup kita.”
Para anggota militan ISIS itu kemudian dijebloskan ke penjara atas kebrutalan memuakkan yang mereka lakukan di Suriah.
(mas)