Jerman Pada Saudi: Berhenti Dukung Terorisme
Senin, 07 Desember 2015 - 19:17 WIB
Jerman Pada Saudi: Berhenti Dukung Terorisme
A
A
A
BERLIN - Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel menyerukan kepada Arab Saudi untuk berhenti memberikan dukungan dana kepada kelompok terorisme. Gabriel mengatakan, Saudi secara tidak langsung telah mendukung terorisme dengan mendanai sejumlah masjid dan kelompok wahabi di dunia, khususnya Eropa.
"Kami mendesak Arab Saudi untuk turut membantu menghentikan konflik regional," kata Gabriel dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Bild am Sonntag, seperti dilansir Gmanetwork pada Senin (7/12).
"Tapi pada saat yang sama kita juga mesti melihat sedikit jauh ke masa lalu, dimana Saudi mendanai hampir seluruh masjid Wahabi yang ada di seluruh dunia. Di Jerman, banyak sosok berbahaya datang dari komunitas ini," sambung wakil Angela Merkel tersebut.
Pernyataan yang tidak biasa diutarakan oleh pemerintah Jerman terhadap salah satu mitra utama mereka di Timur Tengah ini muncul setelah adanya laporan terbaru dari intelijen Jerman. Dimana, dalam laporan itu disebutkan bahwa kebijakan luar negeri menjadi impulsif.
Arab Saudi sendiri memang disebut mengikuti bentuk Wahabi ultra-konservatif, salah satu aliran yang ada dalam Islam , dan sejumlah pihak melihatnya sebagai sumber dari banyaknya kelompok radikal di dunia.
"Kami mendesak Arab Saudi untuk turut membantu menghentikan konflik regional," kata Gabriel dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Bild am Sonntag, seperti dilansir Gmanetwork pada Senin (7/12).
"Tapi pada saat yang sama kita juga mesti melihat sedikit jauh ke masa lalu, dimana Saudi mendanai hampir seluruh masjid Wahabi yang ada di seluruh dunia. Di Jerman, banyak sosok berbahaya datang dari komunitas ini," sambung wakil Angela Merkel tersebut.
Pernyataan yang tidak biasa diutarakan oleh pemerintah Jerman terhadap salah satu mitra utama mereka di Timur Tengah ini muncul setelah adanya laporan terbaru dari intelijen Jerman. Dimana, dalam laporan itu disebutkan bahwa kebijakan luar negeri menjadi impulsif.
Arab Saudi sendiri memang disebut mengikuti bentuk Wahabi ultra-konservatif, salah satu aliran yang ada dalam Islam , dan sejumlah pihak melihatnya sebagai sumber dari banyaknya kelompok radikal di dunia.
(esn)