Turki Tak Akan Bertekuk Lutut di Hadapan Rusia
Jum'at, 04 Desember 2015 - 19:26 WIB
Turki Tak Akan Bertekuk Lutut di Hadapan Rusia
A
A
A
ANKARA - Perdana Menteri Turki, Ahmad Davutoglu mengatakan, negaranya tidak akan bertekuk lutut di hadapan Rusia hanya karena dijatuhi sanksi ekonomi oleh Kremlin.
Hal itu diungkapkan Davutoglu menanggapi sanksi ekonomi yang dijatuhkan Rusia setelah Ankara menembak jatuh pesawat tempur Su-24 di wilayah perbatasan Suriah dan Turki, seperti dikutip dari laman NDTV, Jumat (4/12/2015).
Davutoglu juga menegaskan, tindakan yang dilakukan oleh militer Turki adalah tindakan yang tepat dan Turki tidak akan meminta maaf karena hal itu dilakukan untuk mempertahankan negaranya.
Menurut Davutoglu, pihaknya tidak mengetahui jika pesawat yang memasuki batas wilayahnya adalah milik Rusia. Davutoglu menyatakan, bahwa kejadian itu adalah untuk pertama kalinya Turki menembak jatuh pesawat asing.
Secara moral, kata Davutoglu, Turki tidak bisa membiarkan pesawat asing melewati batas negaranya untuk kemudian membombardir wilayah Turkmen di wilayah Suriah.
Sebelumnya, Turki mengatakan telah memberikan peringatan kepada pesawat tempur Rusia sebelum akhirnya menembak jatuh. Namun pernyataan Turki ini dibantah oleh pilot yang selamat dalam insiden itu. Menurutnya, tidak ada peringatan dan saat itu pesawat yang dikemudikannya masih berada di wilayah udara Suriah.
Hal itu diungkapkan Davutoglu menanggapi sanksi ekonomi yang dijatuhkan Rusia setelah Ankara menembak jatuh pesawat tempur Su-24 di wilayah perbatasan Suriah dan Turki, seperti dikutip dari laman NDTV, Jumat (4/12/2015).
Davutoglu juga menegaskan, tindakan yang dilakukan oleh militer Turki adalah tindakan yang tepat dan Turki tidak akan meminta maaf karena hal itu dilakukan untuk mempertahankan negaranya.
Menurut Davutoglu, pihaknya tidak mengetahui jika pesawat yang memasuki batas wilayahnya adalah milik Rusia. Davutoglu menyatakan, bahwa kejadian itu adalah untuk pertama kalinya Turki menembak jatuh pesawat asing.
Secara moral, kata Davutoglu, Turki tidak bisa membiarkan pesawat asing melewati batas negaranya untuk kemudian membombardir wilayah Turkmen di wilayah Suriah.
Sebelumnya, Turki mengatakan telah memberikan peringatan kepada pesawat tempur Rusia sebelum akhirnya menembak jatuh. Namun pernyataan Turki ini dibantah oleh pilot yang selamat dalam insiden itu. Menurutnya, tidak ada peringatan dan saat itu pesawat yang dikemudikannya masih berada di wilayah udara Suriah.
(ian)