Manifesto Hilter yang Kesohor Bakal Terbit Pertama sejak PD II

Jum'at, 04 Desember 2015 - 14:34 WIB
Manifesto Hilter yang...
Manifesto Hilter yang Kesohor Bakal Terbit Pertama sejak PD II
A A A
MUNICH - Edisi baru dari manifesto Hitler yang kesohor akan diterbitkan di Jerman untuk pertama kalinya sejak akhir Perang Dunia (PD) II. Manifesto yang dikenal dengan nama “Mein Kampf” itu diklaim berisi perasaan yang campur aduk.

Manifesto dua volume dengan tebal 2 ribu halaman itu telah disiapkan oleh Institute forContemporary History (IFZ) yang berbasis di Munich. Buku warisan rezim Nazi yang dipimpin Adolf Hitler tersebut akan muncul di rak-rak toko buku di seluruh Jerman setelah Tahun Baru 2016.

Buku itu berisi lebih dari 3.500 penjelasan ilmiah untuk setiap bab. ”Ini berusaha untuk benar-benar mendekonstruksi propaganda Hitler secara abadi dan dengan demikian untuk melemahkan kekuatan simbolik secara efektif melalui buku. Dengan cara ini, hal itu juga memungkinkan untuk melawan sebuah penyalahgunaan ideologi dan propaganda komersial dari Mein Kampf,” bunyi pernyataan IFZ yang dirilis online.

Manifesto itu ditulis pada tahun 1923 dengan teks berisi “Sosialisme Nasional” yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Sejak 1945, tidak ada edisi baru dari Mein Kampf di Jerman, meskipun salinan awal dari manifesto telah beredar di seluruh dunia dan buku-bukunya juga tersedia secara online.

Proyek penerbitan Manifesto Hitler itu telah dibahas secara luas bersama sejarawan di seluruh dunia, termasuk orang-orang yang terlibat dalam peringatan “Yad Vashem Holocaust”. Kendati demikian, Namun, beberapa organisasi Yahudi akan menerima publikasi itu dengan hati-hati.

“Ada bahaya besar bahwa Mein Kampf akan semakin beredar di pasar setelah berakhirnya hak cipta,” kata Josef Schuster, Presiden Dewan Jerman Yahudi kepada Financial Times, yang dilansir Jumat (4/12/2015).

”Namun demikian, pengetahuan tentang Mein Kampf terus menjadi penting untuk menjelaskan soal Sosialisme Nasional dan Shoah (Holocaust). Oleh karena itu kami tidak keberatan untuk edisi kritis ini, yang kontras dengan teori rasial Hitler dan ada temuan ilmiah,” lanjut dia.
(mas)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
2 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
3 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
4 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved