Jadi Oksigen ISIS, Ini Aliran Minyak Curian ke Pasar Gelap Turki

Senin, 30 November 2015 - 08:32 WIB
Jadi Oksigen ISIS, Ini...
Jadi Oksigen ISIS, Ini Aliran Minyak Curian ke Pasar Gelap Turki
A A A
BAGHDAD - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menghasilkan jutaan dolar dengan menjual minyak di pasar gelap yang ada di Turki. Demikian diungkap anggota parlemen yang juga mantan penasihat keamanan nasional Irak, Mowaffak al Rubaie.

”Dalam delapan bulan terakhir ISIS telah berhasil menjual USD800 juta dolar minyak di pasar gelap Turki. Ini adalah minyak Irak dan minyak Suriah, yang dibawa oleh truk dari Irak, dari Suriah melalui perbatasan ke Turki dan dijual kurang dari 50 persen dari harga minyak internasional,” kata Mowaffak al Rubaie, dalam sebuah wawancara dengan Russia Today.

”Sekarang ini dikonsumsi dalam wujud minyak mentah halus di wilayah Turki oleh kilang Turki, dan dijual di pasar Turki. Atau lewat Jihan dan kemudian di pipa dari Jihan ke Mediterania dan dijual ke pasar internasional,” lanjut dia, yang dilansir semalam.

(Baca: Politikus Irak: Turki Bantu Jual Minyak ISIS Cuma USD20 per Barel)

”Uang dan dolar yang dihasilkan dengan menjual minyak Irak dan Suriah di pasar gelap Turki adalah seperti suplai oksigen ke ISIS dan operasi (kelompok) itu,” imbuh dia. ”Setelah Anda memotong oksigen, maka ISIS akan mati lemas.”

Potilisi Irak itu mengatakan, tidak ada bayangan keraguan bahwa Pemerintah Turki tahu tentang operasi penyelundupan minyak. ”Para pedagang, pengusaha (membeli minyak) di pasar gelap di Turki di bawah ‘hidung’--di bawah naungan jika Anda suka-- dari badan intelijen Turki dan aparat keamanan Turki,” kata Rubaie.

Mengutip data intelijen Irak, Mowaffak al Rubaie juga menuduh Turki memberikan perawatan medis kepada teroris di rumah sakit di sepanjang perbatasan dan bahkan kadang-kadang bahkan di wilayah Istanbul.

”Ada petugas keamanan yang bersimpati dengan ISIS di Turki,” katanya. ”Mereka yang memungkinkan untuk pergi dari Istanbul ke perbatasan dan menyusup ke Suriah dan Irak.”

”Tidak ada organisasi teroris yang dapat berdiri sendiri, tanpa negara tetangga yang membantu, dalam hal ini Turki,” sambung Rubaie. Dia mendesak Ankara untuk bersih dan bergabung dengan upaya internasional guna menghancurkan kelompok teror.

Turki sebelumnya menyangkal tuduhan terlibat bisnis minyak dan senjata dengan kelompok ISIS. Presiden Tayyip Erdogan sempat menantang semua pihak yang menuduh untuk memberikan bukti. Erdogan bahkan menuduh rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad yang membeli minyak ilegal dari ISIS.

(Baca: Turki Tantang Rusia Berikan Bukti soal Minyak ISIS)
(mas)
Berita Terkait
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Denmark Tarik Pasukan...
Denmark Tarik Pasukan dari Suriah dan Irak, Ini Tujuannya
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia Penghasil Militan ISIS Terbanyak
Berita Terkini
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
32 menit yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
44 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved