Politikus Irak: AS Ogah Serang Truk Minyak ISIS
Minggu, 29 November 2015 - 21:38 WIB
Politikus Irak: AS Ogah Serang Truk Minyak ISIS
A
A
A
BAGHDAD - Seorang politikus Irak mengatakan, militer Amerika Serikat (AS) menolak untuk menyerang truk-truk milik ISIS yang mencuri minyak di Irak dan Suriah untuk dibawa ke Turki. Militer AS beralasan bahwa truk-truk minyak itu adalah sasaran sipil.
"Saya pribadi telah menghubungan perwakilan AS dan meminta mereka untuk menargetkan truk-truk ISIS yang mengangkut minyak dari Irak dan Suriah ke Turki," kata mantan Penasehat Keamanan Nasional Irak, Mowaffak Rubaie, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Minggu (29/11/2015).
"Namun mereka hanya memberitahu bahwa truk-truk itu adalah sasaran sipil, sehingga mereka tidak menyerangnya," tambahnya.
Rubaie sendiri sebelumnya menuding Turki telah membantu menjual minyak curian ISIS dengan harga cuma USD20 dolar atau sekitar Rp276 ribu per barel. (Baca juga: Politikus Irak: Turki Bantu Jual Minyak ISIS Cuma USD20 per Barel)
Ia juga mengatakan bawah Turki merupakan tempat di mana para komandan ISIL merekrut migran lokal dan membawa mereka ke Mosul di Irak atau Raqqa di Suriah. Selain itu, banyak militan ISIS yang terluka ternyata menjalani perawatan di rumah sakit Turki.
"Saya pribadi telah menghubungan perwakilan AS dan meminta mereka untuk menargetkan truk-truk ISIS yang mengangkut minyak dari Irak dan Suriah ke Turki," kata mantan Penasehat Keamanan Nasional Irak, Mowaffak Rubaie, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Minggu (29/11/2015).
"Namun mereka hanya memberitahu bahwa truk-truk itu adalah sasaran sipil, sehingga mereka tidak menyerangnya," tambahnya.
Rubaie sendiri sebelumnya menuding Turki telah membantu menjual minyak curian ISIS dengan harga cuma USD20 dolar atau sekitar Rp276 ribu per barel. (Baca juga: Politikus Irak: Turki Bantu Jual Minyak ISIS Cuma USD20 per Barel)
Ia juga mengatakan bawah Turki merupakan tempat di mana para komandan ISIL merekrut migran lokal dan membawa mereka ke Mosul di Irak atau Raqqa di Suriah. Selain itu, banyak militan ISIS yang terluka ternyata menjalani perawatan di rumah sakit Turki.
(ian)