Hantam ISIS, Prancis Usulkan Kerjasama dengan Pasukan Assad
Jum'at, 27 November 2015 - 22:07 WIB
Hantam ISIS, Prancis Usulkan Kerjasama dengan Pasukan Assad
A
A
A
PARIS - Menteri Luar Negeri Prancis, Lauren Fabius mengatakan, pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad dapat digunakan untuk melawan ISIS. Hal ini diperlukan mengingat koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) tidak dapat menurunkan pasukan darat.
"Kita tidak bisa memiliki pasukan darat, tapi ada tentara Suriah dari Tentara Pembebasan Suriah, negara-negara Arab Sunni, dan mengapa tidak pasukan rezim Assad," kata Fabius dalam wawancara dengan radio RTL yang disitir dari laman Al Arabiya, Jumat (27/11/2015).
Fabius juga menegaskan, menghancurkan markas ISIS di Raqqa adalah tujuan utama dari kampanye militer internasional. "Semua negara setuju untuk menetralisir dan memberantas Daesh," kata Fabius menggunakan akronim Arab untuk ISIS.
Meski mengusulkan bekerjasama dengan pasukan Assad, Fabius menegaskan, sikap Prancis tetap dan tidak berubah, yaitu meminta Assad untuk lengser dari kursi Presiden.
"Jika kita ingin Suriah yang bebas, bersatu, itu berarti tidak bisa membiarkan Assad yang bertanggung jawab atas kematian 300 ribu orang dan jutaan pengungsi tetap memimpin Suriah. Assad bukanlah masa depan rakyat Suriah," tegas Fabius.
"Kita tidak bisa memiliki pasukan darat, tapi ada tentara Suriah dari Tentara Pembebasan Suriah, negara-negara Arab Sunni, dan mengapa tidak pasukan rezim Assad," kata Fabius dalam wawancara dengan radio RTL yang disitir dari laman Al Arabiya, Jumat (27/11/2015).
Fabius juga menegaskan, menghancurkan markas ISIS di Raqqa adalah tujuan utama dari kampanye militer internasional. "Semua negara setuju untuk menetralisir dan memberantas Daesh," kata Fabius menggunakan akronim Arab untuk ISIS.
Meski mengusulkan bekerjasama dengan pasukan Assad, Fabius menegaskan, sikap Prancis tetap dan tidak berubah, yaitu meminta Assad untuk lengser dari kursi Presiden.
"Jika kita ingin Suriah yang bebas, bersatu, itu berarti tidak bisa membiarkan Assad yang bertanggung jawab atas kematian 300 ribu orang dan jutaan pengungsi tetap memimpin Suriah. Assad bukanlah masa depan rakyat Suriah," tegas Fabius.
(ian)