Analis: Sebar S-400, Rusia Beri Peringatan Keras ke Turki

Kamis, 26 November 2015 - 14:45 WIB
Analis: Sebar S-400,...
Analis: Sebar S-400, Rusia Beri Peringatan Keras ke Turki
A A A
MOSKOW - Penyebaran sistem rudal pertahanan S-400 oleh Rusia di Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah, bukan semata-mata untuk melindungi pesawat jet tempur Kremlin agar tak ditembak jatuh lagi. Menurut analis militer Vladimir Anokhin, hal itu sebagai “peringatan keras” yang diberikan Rusia terhadap Turki.

Rusia marah setelah pesawat tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat jet pembom Su-24 Rusia yang sedang memerangi kelompok teror di Suriah. Turki menuding jet tempur Rusia itu melanggar wilayah udaranya, tapi Rusia menyangkal dengan data radar. Presiden Rusia Vladimir Putin menyindir Turki sebagai kaki tangan teroris yang menikam Rusia dari belakang.

”Mengirim (S-400) adalah logis. Kami tidak berharap akan ditusuk dari belakang. Setelah semua ini, Turki adalah bagian dari koalisi anti-ISIL. Sebelumnya, Rusia dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk berbagi informasi,” kata Anokhin kepada Radio Sputnik, Kamis (26/11/2015).

Menurut Anokhin, serangan udara Rusia terhadap kapal tanker dan kilang minyak ISIS di Suriah telah menyentuh “area sakit” Presiden Turki Tayyip Erdogan. Rusia, lanjut dia, tidak memperhitungkan bagaimana berartinya area itu bagi Turki.

Dugaan keterkaitan kepentingan minyak ISIS dan Turki juga diungkap analis politik Amerika Serikat (AS), Don Debar. Menurutnya, pesawat jet pembom Su-24 Rusia ditembak jatuh Turki setelah Rusia memotong rute penyelundupan minyak kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ke Turki. Meski, Turki berdalih itu hanya kebetulan.

”Serangan Rusia terhadap pipa minyak ISIS, termasuk konvoi tak berujung dari truk dan tanker minyak. Ini bisa dimengerti. Saya tidak berpikir bahwa itu adalah suatu kebetulan,” kata Debar.

Kementerian Pertahanan Rusia memutuskan menyebarkan S-400 di Suriah sehari setelah pesawat jet pembomnya ditembak jatuh Turki. Anokhin menyatakan bahwa insiden penembakan pesawat jet Su-24 itu sebagai provokasi militer dan politik.

”Itu penyergapan udara, yang berarti bahwa itu adalah operasi yang direncanakan. Itu resmi," katanya.
(mas)
Berita Terkait
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Teroris ISIS Neil Christopher...
Teroris ISIS Neil Christopher Prakash Dipulangkan ke Australia
Erdogan: Intelijen Turki...
Erdogan: Intelijen Turki Habisi Pemimpin Teroris ISIS di Suriah
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Berita Terkini
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
1 jam yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
2 jam yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
3 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
4 jam yang lalu
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
5 jam yang lalu
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
5 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Ingin Gabung...
Indonesia Ingin Gabung Proyek Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved