Ingin Lacak Semua Muslim AS, Donald Trump Jadi 'Bulan-bulanan'

Senin, 23 November 2015 - 11:36 WIB
Ingin Lacak Semua Muslim...
Ingin Lacak Semua Muslim AS, Donald Trump Jadi 'Bulan-bulanan'
A A A
WASHINGTON - Donald Trump, calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) 2016 dari Partai Republik, jadi bulan-bulanan kecaman sejumlah pihak, terutama para lawan politiknya karena gagasan kontroversial. Donald Trump ingin membuat database untuk melacak dan mengontrol semua Muslim AS jika dia terpilih sebagai Presiden AS.

Ide itu disampaikan Donald Trump pekan lalu, dan dia mengkonfirmasi kembali saat berkampanye di jalan. ”Saya pasti akan menerapkan itu. Benar-benar (menerapkan),” kata Trump kepada NBC, merujuk pada gagasan database semua Muslim AS.

”Ini semua tentang manajemen," lanjut Trump. ”Negara kita tidak memiliki manajemen,” katanya lagi.n ”Kita harus menghentikan orang-orang yang datang ke negara kita secara ilegal.”

Komunitas masyarakat Amerika-Islam mengecam ide Capres Partai Republik itu dan dianggap mirip dengan apa yang dilakukan Nazi di Jerman di masa silam.

(Baca juga: Trump: Muslim di AS Harus Punya Kartu Identitas Khusus)

Juru bicara nasional untuk Dewan Hubungan Amerika-Islam, Ibrahim Hooper, mengatakan dia tidak bisa merenungkan ide Trump soal database semua Muslim AS. ”Kami jenis pada kehilangan kata-kata,” ucapnya.

”Apa lagi yang bisa Anda bandingkan untuk ini kecuali untuk pra-perang Nazi Jerman? Tidak ada perbandingan lain, dan (Trump) tampaknya berpikir itu sangat oke,” lanjut dia.

Direktur eksekutif non-profit Interfaith Alliance, Rabbi Jack Moline, juga menggemakan sentiment dari ide Trump. ”Ayah saya ada dalam Perang Dunia II, dan ia berjuang untuk melestarikan Amerika terhadap apa yang Nazi lakukan,” katanya.

Para Capres AS lain yang merupakan lawan politik Trump juga ramai-ramai mengecam gagasan itu. Capres AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, misalnya melalui Twitter menyatakan bahwa gagasan rival politiknya itu “mengejutkan”.

”Ini harus dikecam oleh semua yang ingin memimpin negeri ini,” kata Hillary yang merupakan istri mantan Presiden Bill Clinton.

Tak hanya lawan politik dari Partai Demokrat, sesama Capres AS dari Partai Republik yaitu, Jeb Bush, juga mengkritik gagasan Donald Trump.
”Anda berbicara tentang interniran, Anda berbicara tentang menutup masjid, Anda berbicara tentang mendaftar orang. Itu salah. Saya tidak peduli tentang kampanye,” katanya kepada CNBC, yang dilansir Senin (23/11/2015).

”Ini bukan pertanyaan tentang ketangguhan. Ini untuk memanipulasi kecemasan rakyat dan ketakutan mereka. Itu bukan kekuatan, itu kelemahan,” lanjut Jeb Bush.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
14 menit yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
3 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
4 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
5 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
6 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
7 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved