China Masih Bersabar Hadapi Provokasi AS
Jum'at, 20 November 2015 - 13:10 WIB
China Masih Bersabar Hadapi Provokasi AS
A
A
A
BEIJING - Salah seorang laksamana Angkatan Laut China mengatakan, pasukannya telah menunjukkan sikap menahan diri dalam menghadapi provokasi Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan. Meski begitu, ia juga memperingatkan pihaknya siap untuk menanggapi pelanggaran yang berulang-ulang terhadap kedaulatan China.
"Angkatan Laut China telah memonitor aksi provokasi AS dan mengeluarkan beberapa peringatan. Sementara ini kami masih menahan diri demi kepentingan menjaga hubungan bilateral," kata Komandan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, Wu Shengli seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (20/11/2015).
"Jika AS melakukan provokasi yang terus diulang meskipun telah berulang kali ditentang oleh China, kami memiliki kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan nasional kita dan menjaga keamanan," tegasnya.
Shengli mengeluarkan pernyataan itu dalam pertemuan dengan Komandan Armada Pasifik AS, Admiral Scott Swift, dalam pertemuan yang digelar di Beijing.
Beijing telah mengklaim Laut China Selatan sebagai wilayah teritorialnya dan membangun gugusan kepulauan buatan, Kepulauan Spratly, di wilayah itu. Namun hal itu mendapat tentangan dari sejumlah negara ASEAN dan juga AS. AS sendiri sempat mengirimkan kapal perang dan pesawatnya mendekati Kepulauan Spratly yang membuat berang China.
"Angkatan Laut China telah memonitor aksi provokasi AS dan mengeluarkan beberapa peringatan. Sementara ini kami masih menahan diri demi kepentingan menjaga hubungan bilateral," kata Komandan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, Wu Shengli seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (20/11/2015).
"Jika AS melakukan provokasi yang terus diulang meskipun telah berulang kali ditentang oleh China, kami memiliki kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan nasional kita dan menjaga keamanan," tegasnya.
Shengli mengeluarkan pernyataan itu dalam pertemuan dengan Komandan Armada Pasifik AS, Admiral Scott Swift, dalam pertemuan yang digelar di Beijing.
Beijing telah mengklaim Laut China Selatan sebagai wilayah teritorialnya dan membangun gugusan kepulauan buatan, Kepulauan Spratly, di wilayah itu. Namun hal itu mendapat tentangan dari sejumlah negara ASEAN dan juga AS. AS sendiri sempat mengirimkan kapal perang dan pesawatnya mendekati Kepulauan Spratly yang membuat berang China.
(ian)