Setelah New York, ISIS Ancam Ledakkan Gedung Putih
Jum'at, 20 November 2015 - 12:54 WIB
Setelah New York, ISIS Ancam Ledakkan Gedung Putih
A
A
A
WASHINGTON - Hanya selang satu hari setelah merilis video ancaman teror di New York, ISIS kembali merilis video ancaman terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS). Kali ini ISIS mengancam akan meledakkan Gedung Putih dengan bom bunuh diri dan bom mobil.
Tidak hanya itu, ISIS juga bersumpah akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Prancis. Menurut situs pemantau gerakan radikal di Timur Tengah, SITE Intelligence Group yang berbasis di Maryland, video berdurasi enam menit itu dirilis oleh ISIS di Irak seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (20/11/2015).
Video ancaman itu dibuka dengan klip berita televisi dari serangan teroris di Paris dan kemudian menampilkan dua militan secara terpisah berbicara ke kamera.
"Kami akan meledakkannya, sama seperti kami meledakkan berhala di negeri yang baik ini," kata seorang pejuang merujuk pada Gedung Putih.
Sedangkan pejuang kedua mengancam Presiden AS Barack Obama dan Presiden Prancis Francois Hollande dengan mengatakan: "Kami akan panggang mereka dengan (bom) ikat pinggang dan bom mobil."
Menanggapi video tersebut, Direktur FBI, James Comey mengatakan, ia tidak mengetahui adanya ancaman yang nyata dari serangan teroris seperti di Paris akan terjadi di AS.
Sedangkan juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby mengatakan bahwa video tersebut sedang diperiksa untuk mengetahui keasliannya. "Semua orang di sini, di dalam pemerintahan AS, menganggap ancaman ini sebagai sesuatu yang serius," katanya.
Tidak hanya itu, ISIS juga bersumpah akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Prancis. Menurut situs pemantau gerakan radikal di Timur Tengah, SITE Intelligence Group yang berbasis di Maryland, video berdurasi enam menit itu dirilis oleh ISIS di Irak seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (20/11/2015).
Video ancaman itu dibuka dengan klip berita televisi dari serangan teroris di Paris dan kemudian menampilkan dua militan secara terpisah berbicara ke kamera.
"Kami akan meledakkannya, sama seperti kami meledakkan berhala di negeri yang baik ini," kata seorang pejuang merujuk pada Gedung Putih.
Sedangkan pejuang kedua mengancam Presiden AS Barack Obama dan Presiden Prancis Francois Hollande dengan mengatakan: "Kami akan panggang mereka dengan (bom) ikat pinggang dan bom mobil."
Menanggapi video tersebut, Direktur FBI, James Comey mengatakan, ia tidak mengetahui adanya ancaman yang nyata dari serangan teroris seperti di Paris akan terjadi di AS.
Sedangkan juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby mengatakan bahwa video tersebut sedang diperiksa untuk mengetahui keasliannya. "Semua orang di sini, di dalam pemerintahan AS, menganggap ancaman ini sebagai sesuatu yang serius," katanya.
(ian)