Oposisi Suriah Tolak Solusi Penyelesaian Konflik Rumusan Rusia
Rabu, 11 November 2015 - 21:24 WIB
Oposisi Suriah Tolak Solusi Penyelesaian Konflik Rumusan Rusia
A
A
A
DAMASKUS - Tokoh oposisi Suriah menolak draft usulan Rusia untuk mengakhiri krisis di negara itu. Oposisi Suriah mengatakan, tujuan Moskow adalah untuk menjaga Presiden Bashar al-Assad berkuasa dan menghilangkan suara-suara yang berbeda.
"Orang-orang Suriah tidak akan pernah menerima kediktatoran Assad dan mereka tidak akan menerima jika hal itu diberlakukan kembali atau dirumuskan dengan cara lain," kata anggota Koalisi Nasional Suriah, Monzer Akbik, yang didukung oleh Barat, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (11/11/2015).
Sedangkan Hadi al-Bahra, tokoh oposisi lainnya, menolak gagasan digelarnya pemilu di bawah sistem yang masih berlaku saat ini. "Bagaimana bisa pemilu akan berjalan adil, ketika warga di dalam wilayah Suriah takut akan mendapat pembalasan dari pihak keamanan?" katanya.
Sementara anggota koalisi lainnya, Michael Kilo mengatakan, jika ide Rusia berhasil mendorong ide ini dan berhasil meyakinkan negara-negara lain dalam pertemuan Wina, maka hal ini akan menjadi bencana.
"Ada ratusan, ribuan orang bersenjata di Suriah dan mereka ingin melawan Rusia jika Rusia tidak memberikan hak mereka sebagai manusia," cetusnya.
Sebelumnya, sebuah dokumen berisi solusi Rusia untuk menghentikan krisis di Suriah telah bocor. Meski mengajukan usul untuk membentuk konstitusi baru, Rusia tidak membahas mengenai masa depan Assad dalam dokumen tersebut.
"Orang-orang Suriah tidak akan pernah menerima kediktatoran Assad dan mereka tidak akan menerima jika hal itu diberlakukan kembali atau dirumuskan dengan cara lain," kata anggota Koalisi Nasional Suriah, Monzer Akbik, yang didukung oleh Barat, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (11/11/2015).
Sedangkan Hadi al-Bahra, tokoh oposisi lainnya, menolak gagasan digelarnya pemilu di bawah sistem yang masih berlaku saat ini. "Bagaimana bisa pemilu akan berjalan adil, ketika warga di dalam wilayah Suriah takut akan mendapat pembalasan dari pihak keamanan?" katanya.
Sementara anggota koalisi lainnya, Michael Kilo mengatakan, jika ide Rusia berhasil mendorong ide ini dan berhasil meyakinkan negara-negara lain dalam pertemuan Wina, maka hal ini akan menjadi bencana.
"Ada ratusan, ribuan orang bersenjata di Suriah dan mereka ingin melawan Rusia jika Rusia tidak memberikan hak mereka sebagai manusia," cetusnya.
Sebelumnya, sebuah dokumen berisi solusi Rusia untuk menghentikan krisis di Suriah telah bocor. Meski mengajukan usul untuk membentuk konstitusi baru, Rusia tidak membahas mengenai masa depan Assad dalam dokumen tersebut.
(ian)