Sangkal AS, Rusia: Rezim & Oposisi Suriah Harus Cepat Berunding
Kamis, 05 November 2015 - 15:44 WIB
Sangkal AS, Rusia: Rezim & Oposisi Suriah Harus Cepat Berunding
A
A
A
JAKARTA - Rusia menyangkal penilaian Amerika Serikat (AS) bahwa terlalu dini bagi rezim dan oposisi Suriah untuk berunding satu meja. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y. Galuzin, justru menegaskan bahwa kedua kubu itu harus secepatnya berunding secara damai.
Komentar Dubes Galuzin itu merupakan respons atas pernyatan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Trudeau, yang menyatakan terlalu dini untuk menggelar perundingan damai untuk Suriah.
”Tidak terlalu dini, jika AS ingin menggelar tindakan konstruktif, maka hal semacam ini seharusnya dilakukan secepat mungkin," ujar Dubes Galuzin kepada wartawan di kediamannya, di Jakarta pada Kamis (5/11/2015).
”Kami di Rusia menyakini bahwa negosiasi ini harus dilakukan secepat mungkin,” katanya lagi.
Menurutnya perdamaian di Suriah hanya bisa dicapai jika sudah terjadi gencatan senjata di negara itu. Gencatan senjata, lanjut dia, hanya bisa dicapai jika kedua belah pihak sudah bertemu dan melakukan dialog.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, mengatakan, perwakilan pemerintah dan pemberontak Suriah bersiap melakukan pertemuan awal. Kedua pihak akan datang ke Moskow pekan depan.
Namun, Bogdanov tidak merinci lebih lanjut jadwal perwakilan rezim dan oposisi Suriah untuk mendatangi Moskow. Siapa saja yang mewakili kedua kubu juga tidak disebutkan.
Komentar Dubes Galuzin itu merupakan respons atas pernyatan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Trudeau, yang menyatakan terlalu dini untuk menggelar perundingan damai untuk Suriah.
”Tidak terlalu dini, jika AS ingin menggelar tindakan konstruktif, maka hal semacam ini seharusnya dilakukan secepat mungkin," ujar Dubes Galuzin kepada wartawan di kediamannya, di Jakarta pada Kamis (5/11/2015).
”Kami di Rusia menyakini bahwa negosiasi ini harus dilakukan secepat mungkin,” katanya lagi.
Menurutnya perdamaian di Suriah hanya bisa dicapai jika sudah terjadi gencatan senjata di negara itu. Gencatan senjata, lanjut dia, hanya bisa dicapai jika kedua belah pihak sudah bertemu dan melakukan dialog.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, mengatakan, perwakilan pemerintah dan pemberontak Suriah bersiap melakukan pertemuan awal. Kedua pihak akan datang ke Moskow pekan depan.
Namun, Bogdanov tidak merinci lebih lanjut jadwal perwakilan rezim dan oposisi Suriah untuk mendatangi Moskow. Siapa saja yang mewakili kedua kubu juga tidak disebutkan.
(mas)