Inggris Bantah Batalkan Rencana Serangan Udara ke Suriah
Rabu, 04 November 2015 - 11:25 WIB
Inggris Bantah Batalkan Rencana Serangan Udara ke Suriah
A
A
A
LONDON - Perdana Menteri Inggris, David Cameron membantah telah membatalkan rencananya untuk meminta persetujuan parlemen untuk serangan udara di Suriah. Cameron percaya, Inggris harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi militan Islam di Suriah. (Baca juga: Inggris Mundur dari Koalisi Pimpinan AS)
"Cameron selalu menjelaskan, ada hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi ancaman dari ISIS, dan kita harus kembali ke Parlemen untuk membahas masalah ini jika ada konsensus yang jelas dan menyelesaikan kasus yang ada," ujar juru bicara Cameron, Helen Bower, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (4/11/2015).
Menurut Bower, pemerintah Inggris percaya situasi di Suriah pada akhirnya akan diselesaikan dengan cara politik dan bersama dengan sekutu berusaha untuk menyuntikkan sedikit momentum.
Cameron saat ini tengah berusaha untuk membangun dukungan lintas partai untuk memperpanjang serangan udara Inggris di Suriah dan Irak. Ia memiliki dukungan mayoritas yang tipis di Parlemen dan mendapat tentangan dari sejumlah politisi partai Konservatif.
Cameron perlu mendapatkan dukungan dari kelompok oposisi, Partai Buruh, yang kini dipimpin oleh Jeremy Corbyn. Sebelumnya dikabarkan jika Cameron memutuskan untuk mundur sementara dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam melakukan serangan terhadp ISIS di Suriah, dan mungkin juga di Irak. Langkah ini diambil Cameron setelah tidak mendapat dukungan dari Parlemen Inggris.
"Cameron selalu menjelaskan, ada hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi ancaman dari ISIS, dan kita harus kembali ke Parlemen untuk membahas masalah ini jika ada konsensus yang jelas dan menyelesaikan kasus yang ada," ujar juru bicara Cameron, Helen Bower, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (4/11/2015).
Menurut Bower, pemerintah Inggris percaya situasi di Suriah pada akhirnya akan diselesaikan dengan cara politik dan bersama dengan sekutu berusaha untuk menyuntikkan sedikit momentum.
Cameron saat ini tengah berusaha untuk membangun dukungan lintas partai untuk memperpanjang serangan udara Inggris di Suriah dan Irak. Ia memiliki dukungan mayoritas yang tipis di Parlemen dan mendapat tentangan dari sejumlah politisi partai Konservatif.
Cameron perlu mendapatkan dukungan dari kelompok oposisi, Partai Buruh, yang kini dipimpin oleh Jeremy Corbyn. Sebelumnya dikabarkan jika Cameron memutuskan untuk mundur sementara dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam melakukan serangan terhadp ISIS di Suriah, dan mungkin juga di Irak. Langkah ini diambil Cameron setelah tidak mendapat dukungan dari Parlemen Inggris.
(ian)