800 Ribu Pengungsi Suriah Telah Kembali Negara Asal
Kamis, 29 Oktober 2015 - 17:16 WIB
800 Ribu Pengungsi Suriah Telah Kembali Negara Asal
A
A
A
MOSKOW - Anggota parlemen Rusia memuji kebijakan Presiden Vladimir Putin untuk melakukan operasi militer di Suriah. Pasalnya, sejak Rusia menggelar operasi militer melalui udara, 800 ribu pengungsi Suriah kembali ke tanah airnya.
"Presiden Bashar al-Assad memuji operasi udara yang dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia di Suriah. Dia mengatakan, ribuan teroris kini melarikan diri dari Suriah dan pengungsi akan kembali," ujar anggota Parlemen Rusia, Dmitry Sablin, seperti dikutip dari laman Express, Kamis (29/10/2015).
Menurut Sablin, ada perubahan besar di negara itu sejak ia terakhir kali mengunjunginya pada bulan Mei lalu. Saat ini, masyarakat Suriah sudah kembali ke kehidupan mereka seperti sebelum perang merobek negara itu dan berniat membangun kembali negara itu.
"Orang-orang sekarang berjalan dengan aman melalui jalan-jalan di Damaskus. Ada air mancur dan restoran yang buka. Berbeda dengan saat sebelum Rusia melancarkan operasi militer. Terlihat menakutkan untuk tinggal di sana," tutur Sablin.
Rusia melakukan operasi militer di langit Suriah sejak 30 September lalu atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sejak itu, jet-jet tempur Rusia menghancurkan 285 target milik ISIS dan Fron al-Nusra, kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
"Presiden Bashar al-Assad memuji operasi udara yang dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia di Suriah. Dia mengatakan, ribuan teroris kini melarikan diri dari Suriah dan pengungsi akan kembali," ujar anggota Parlemen Rusia, Dmitry Sablin, seperti dikutip dari laman Express, Kamis (29/10/2015).
Menurut Sablin, ada perubahan besar di negara itu sejak ia terakhir kali mengunjunginya pada bulan Mei lalu. Saat ini, masyarakat Suriah sudah kembali ke kehidupan mereka seperti sebelum perang merobek negara itu dan berniat membangun kembali negara itu.
"Orang-orang sekarang berjalan dengan aman melalui jalan-jalan di Damaskus. Ada air mancur dan restoran yang buka. Berbeda dengan saat sebelum Rusia melancarkan operasi militer. Terlihat menakutkan untuk tinggal di sana," tutur Sablin.
Rusia melakukan operasi militer di langit Suriah sejak 30 September lalu atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sejak itu, jet-jet tempur Rusia menghancurkan 285 target milik ISIS dan Fron al-Nusra, kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
(ian)