Oposisi Suriah Sebut Kehadiran Iran Rusak Pembicaraan Damai
Rabu, 28 Oktober 2015 - 22:26 WIB
Oposisi Suriah Sebut Kehadiran Iran Rusak Pembicaraan Damai
A
A
A
DAMASKUS - Seorang politisi senior dari kubu oposisi Suriah mengecam kehadiran Iran dalam pembicaraan damai di Wina, Austria, Jumat mendatang. Menurutnya, kehadiran perwakilan Teheran akan merusak proses politik dan oposisi Suriah menolak berpartisipasi jika Iran ikut serta dalam pembicaraan tersebut.
"Iran tidak percaya pada Komunike Geneva. Melibatkan Iran dalam pembicaraan akan merongrong proses politik," ujar Wakil Presiden Koalisi Nasional Suriah yang berbasis di Turki, Hisham Marwa, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (28/10/2015).
Saat ditanya apakah pihak oposisi akan menolak untuk ambil bagian dalam pembicaraan tersebut, Marwa mengatakan, "Yang penting sekarang adalah untuk tidak menolak pembicaraan. Penting bagi kami untuk mengungkapkan keprihatinan kami. Iran hanya memiliki satu proyek, menjaga Presiden Bashar al-Assad tetap berkuasa. Mereka tidak percaya pada prinsip perundingan," kata Marwa.
Sikap penolakan terhadap kehadiran Iran dalam proses pembicaraan damai di Suriah pernah ditunjukkan oleh kelompok oposisi sebelumnya. Tepatnya pada bulan Januari 2014. Saat itu oposisi Suriah menolak menghadiri pembicaraan politik di Swiss, kecuali PBB mencabut undangan untuk Iran.
Iran sendiri telah menunjuk Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif dan wakilnya untuk menghadiri pembicaraan damai Suriah di Wina, Austria, pada Jumat mendatang.
"Iran tidak percaya pada Komunike Geneva. Melibatkan Iran dalam pembicaraan akan merongrong proses politik," ujar Wakil Presiden Koalisi Nasional Suriah yang berbasis di Turki, Hisham Marwa, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (28/10/2015).
Saat ditanya apakah pihak oposisi akan menolak untuk ambil bagian dalam pembicaraan tersebut, Marwa mengatakan, "Yang penting sekarang adalah untuk tidak menolak pembicaraan. Penting bagi kami untuk mengungkapkan keprihatinan kami. Iran hanya memiliki satu proyek, menjaga Presiden Bashar al-Assad tetap berkuasa. Mereka tidak percaya pada prinsip perundingan," kata Marwa.
Sikap penolakan terhadap kehadiran Iran dalam proses pembicaraan damai di Suriah pernah ditunjukkan oleh kelompok oposisi sebelumnya. Tepatnya pada bulan Januari 2014. Saat itu oposisi Suriah menolak menghadiri pembicaraan politik di Swiss, kecuali PBB mencabut undangan untuk Iran.
Iran sendiri telah menunjuk Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif dan wakilnya untuk menghadiri pembicaraan damai Suriah di Wina, Austria, pada Jumat mendatang.
(ian)