Bangladesh Tolak Klaim ISIS Soal Bom di Dhaka
Minggu, 25 Oktober 2015 - 21:43 WIB
Bangladesh Tolak Klaim ISIS Soal Bom di Dhaka
A
A
A
DHAKA - Pemerintah Bangladesh menolak klaim kelompok ekstrimis ISIS yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang melukai ratusan orang pengikut Syiah saat perayaan hari Ashura di ibukota Dhaka.
Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan ISIS. Sebaliknya, Khan menuding militan lokal dan partai Islam adalah otak serangan tersebut untuk mengacaukan negara itu, seperti disitir dari laman ABC News, Minggu (25/10/2015).
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penyerang tak dikenal melemparkan bom rakitan saat kaum Syiah Bangladesh melakukan perayaan Ashura. Akibat serangan tersebut, seorang remaja laki-laki tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka. (Baca juga: Bom Guncang Bangladesh, 100 Orang Terluka)
Selang beberapa waktu kemudian, ISIS mengaku sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Klaim tersebut diposting di dunia maya, seperti dilaporkan oleh situs intelijen, SITE Intelligence Grup. (Baca juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Bom Bangladesh)
Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan ISIS. Sebaliknya, Khan menuding militan lokal dan partai Islam adalah otak serangan tersebut untuk mengacaukan negara itu, seperti disitir dari laman ABC News, Minggu (25/10/2015).
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penyerang tak dikenal melemparkan bom rakitan saat kaum Syiah Bangladesh melakukan perayaan Ashura. Akibat serangan tersebut, seorang remaja laki-laki tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka. (Baca juga: Bom Guncang Bangladesh, 100 Orang Terluka)
Selang beberapa waktu kemudian, ISIS mengaku sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Klaim tersebut diposting di dunia maya, seperti dilaporkan oleh situs intelijen, SITE Intelligence Grup. (Baca juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Bom Bangladesh)
(ian)