Kanada Panggil Pulang Jet Tempur dari Suriah dan Irak
Rabu, 21 Oktober 2015 - 12:33 WIB
Kanada Panggil Pulang Jet Tempur dari Suriah dan Irak
A
A
A
OTTAWA - Perdana Menteri Kanada yang baru, Justin Trudeau, telah mengkonfirmasi kalau ia akan menarik pulang jet tempur Kanada yang ikut dalam pasukan koalisi yang memerangi ISIS di Irak dan Suriah. Ia pun telah memberi tahu Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama soal keputusannya tersebut.
"Saya berkomitmen, bahwa kami akan terus terlibat secara bertanggung jawab dan mengerti betapa Kanada menjadi pemain yang penting dalam memerangi ISIS. Tapi, dia (Obama) memahami komitmen yang saya buat untuk mengakhiri misi," kata Trundeau seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (21/10/2015).
Meski begitu, Trundeau mengatakan, ia akan tetap menempatkan instruktur asal Kanada di Irak utara.
Trundeau juga mengaku akan menampung 25.000 pengungsi asal Suriah pada akhir tahun. Kebijakan ini adalah sebuah langkah yang sebelumnya ditolak oleh pendahulunya, Stephen Harper.
Trudeau terpilih menjadi Perdana Menteri Kanada setelah berhasil memenangi pemilu yang dihelat di negara tersebut. Partai Liberal, yang dipimpinnya berhasil memenangkan 184 kursi di parlemen, melonjak jauh dari hanya 36 kursi yang mereka dapatkan pada tahun 2011 lalu.
"Saya berkomitmen, bahwa kami akan terus terlibat secara bertanggung jawab dan mengerti betapa Kanada menjadi pemain yang penting dalam memerangi ISIS. Tapi, dia (Obama) memahami komitmen yang saya buat untuk mengakhiri misi," kata Trundeau seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (21/10/2015).
Meski begitu, Trundeau mengatakan, ia akan tetap menempatkan instruktur asal Kanada di Irak utara.
Trundeau juga mengaku akan menampung 25.000 pengungsi asal Suriah pada akhir tahun. Kebijakan ini adalah sebuah langkah yang sebelumnya ditolak oleh pendahulunya, Stephen Harper.
Trudeau terpilih menjadi Perdana Menteri Kanada setelah berhasil memenangi pemilu yang dihelat di negara tersebut. Partai Liberal, yang dipimpinnya berhasil memenangkan 184 kursi di parlemen, melonjak jauh dari hanya 36 kursi yang mereka dapatkan pada tahun 2011 lalu.
(ian)