AS-Rusia Sepakati Aturan Main Operasi Udara di Suriah
Rabu, 21 Oktober 2015 - 10:29 WIB
AS-Rusia Sepakati Aturan Main Operasi Udara di Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat dan Rusia akhirnya menemui titik temu terkait aturan main operasi udara di Suriah. Keduanya telah menandatangani kesepakatan untuk menghindari insiden di langit Suriah.
Juru bicara Pentagon, Peter Cook mengatakan, isi dari kesepakatan tersebut akan dirahasiakan sesuai dengan permintaan dari Moskow. Namun ia menegaskan, kedua belah pihak akan tetap berkomunikasi.
"Bagaimana pun, kedua negara tidak akan berbagi data intelijen mengenai target mereka masing-masing," kata Cook seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (21/10/2015).
Cook juga mengatakan, sesuai dengan kesepakatan, pesawat ke dua negara akan berada dalam jarak aman satu sama lain. Namun ia tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait jarak aman yang telah disepakati.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov mengatakan nota kesepakatan itu berisi sejumlah aturan dan pembatasan yang bertujuan untuk mencegah insiden antara pesawat Amerika dan Rusia.
Seperti diketahui, Rusia secara resmi telah menggelar operasi udara di Suriah untuk memerangi ISIS. Keputusan Rusia ini pun mengundang keprihatinan sejumlah pihak.
Keputusan itu ditakutkan akan menimbulkan insiden militer dengan AS dan sekutunya yang telah terlebih dahulu melakukan operasi militer di Suriah. Sejak saat itu, para pejabat ke dua negara pun menjalin komunikasi untuk membuat kesepatakan guna menghindari insiden militer di Suriah.
Juru bicara Pentagon, Peter Cook mengatakan, isi dari kesepakatan tersebut akan dirahasiakan sesuai dengan permintaan dari Moskow. Namun ia menegaskan, kedua belah pihak akan tetap berkomunikasi.
"Bagaimana pun, kedua negara tidak akan berbagi data intelijen mengenai target mereka masing-masing," kata Cook seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (21/10/2015).
Cook juga mengatakan, sesuai dengan kesepakatan, pesawat ke dua negara akan berada dalam jarak aman satu sama lain. Namun ia tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait jarak aman yang telah disepakati.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov mengatakan nota kesepakatan itu berisi sejumlah aturan dan pembatasan yang bertujuan untuk mencegah insiden antara pesawat Amerika dan Rusia.
Seperti diketahui, Rusia secara resmi telah menggelar operasi udara di Suriah untuk memerangi ISIS. Keputusan Rusia ini pun mengundang keprihatinan sejumlah pihak.
Keputusan itu ditakutkan akan menimbulkan insiden militer dengan AS dan sekutunya yang telah terlebih dahulu melakukan operasi militer di Suriah. Sejak saat itu, para pejabat ke dua negara pun menjalin komunikasi untuk membuat kesepatakan guna menghindari insiden militer di Suriah.
(ian)