Faksi Anti Mansour Pilih Pemimpin Taliban Tandingan
Rabu, 21 Oktober 2015 - 10:10 WIB
Faksi Anti Mansour Pilih Pemimpin Taliban Tandingan
A
A
A
KABUL - Sejumlah elemen di Taliban yang menolak kepemimpinan Mullah Akhtar Mohammad Mansour, akan melakukan pertemuan untuk memilih pemimpin tandingan kelompok itu. Menurut juru bicara fraksi anti Mansour, Mullah Abdul Manan Niazi, pemimpin baru Taliban akan dipilih dalam beberapa hari ke depan.
"Ada satu agenda, dan itu adalah memilih Emir (pemimpin) baru dengan suara bulat dan menyingkirkan Mullah Mansour," katanya seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (21/10/2015). Niazi mengatakan, para komandan pembangkang tidak akan menerima kepemimpinan Mansour, meski Taliban berhasil menduduki kota Kunduz pada awal bulan ini.
Pendudukan Kunduz oleh Taliban adalah keberhasilan yang paling penting militer Taliban sejak invasi pimpinan AS menggulingkan pemerintah Taliban pada tahun 2001 lalu.
Mullah Akhtar Mohammad Mansour ditunjuk menjadi pemimpin kelompok Taliban pasca meninggalnya pemimpin kelompok itu, Mullah Omar. Penunjukkan Mansour ini awalnya mendapat penentangan dari pihak keluarga Omar. Namun belakangan, pihak keluarga Mullah Omar berbalik mendukung Mullah Mansour.
Sebelumnya, kedua belah pihak sempat melakukan pertemuan perdana di Pakistan pada bulan Juli lalu. Namun, banyak dari komandan pembangkang tidak hadir. Salah satunya adalah bekas tangan kanan Mullah Omar, Mullah Abdul Qayum Zakir, yang menentang proses pembicaraan itu. Sejak saat itu pembicaraan rekonsiliasi di tubuh Taliban pun terhenti.
"Ada satu agenda, dan itu adalah memilih Emir (pemimpin) baru dengan suara bulat dan menyingkirkan Mullah Mansour," katanya seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (21/10/2015). Niazi mengatakan, para komandan pembangkang tidak akan menerima kepemimpinan Mansour, meski Taliban berhasil menduduki kota Kunduz pada awal bulan ini.
Pendudukan Kunduz oleh Taliban adalah keberhasilan yang paling penting militer Taliban sejak invasi pimpinan AS menggulingkan pemerintah Taliban pada tahun 2001 lalu.
Mullah Akhtar Mohammad Mansour ditunjuk menjadi pemimpin kelompok Taliban pasca meninggalnya pemimpin kelompok itu, Mullah Omar. Penunjukkan Mansour ini awalnya mendapat penentangan dari pihak keluarga Omar. Namun belakangan, pihak keluarga Mullah Omar berbalik mendukung Mullah Mansour.
Sebelumnya, kedua belah pihak sempat melakukan pertemuan perdana di Pakistan pada bulan Juli lalu. Namun, banyak dari komandan pembangkang tidak hadir. Salah satunya adalah bekas tangan kanan Mullah Omar, Mullah Abdul Qayum Zakir, yang menentang proses pembicaraan itu. Sejak saat itu pembicaraan rekonsiliasi di tubuh Taliban pun terhenti.
(ian)