Dokumen: Inggris dan AS Sekongkol Setahun sebelum Invasi Irak
Senin, 19 Oktober 2015 - 13:14 WIB
Dokumen: Inggris dan AS Sekongkol Setahun sebelum Invasi Irak
A
A
A
LONDON - Sejumlah dokumen dari bocoran surat elektronik (e-mail) mengungkap persekongkolan Inggris dan Amerika Serikat (AS) setahun sebelum AS menyerang Irak.
Dokumen-dokumen itu diterbitkan Daily Mail hari Minggu kemarin (18/10/2015), yang berasal dari server pribadi mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. Dukungan Inggris pada AS untuk menginvasi Irak itu diberikan secara resmi oleh Tony Bliar, Perdana Menteri Inggris saat itu.
Salah satu dokumen yang bocor ditulis bulan Maret 2002 oleh Colin Powel (Menlu AS saat itu) yang ditujukan kepada Presiden George W. Bush.
”Soal Irak, Blair akan bersama kita untuk operasi militer yang diperlukan.Ia yakin pada dua poin; ancaman itu nyata, dan sukses melawan Saddam akan menghasilkan keberhasilan secara lebih di kawasan regional,” bunyi dokumen tersebut.
Sementara itu, pernyataan Blair saat itu pernah dikutip media Inggris, bahwa dia mengatakan;”Ini adalah masalah untuk mempertimbangkan semua pilihan, kami tidak mengusulkan tindakan militer pada saat ini.”
Dalam catatan berjudul ”Secret ... Memorandum fot Presiden" Powell juga menulis bahwa Inggris akan mengikuti perintah AS di Timur Tengah.
Sebelum melakukan invasi ke Irak, Blair dan Bush diketahui melakukan pertemuan di peternakan Crawford. Pada saat yang sama, Pemerintah Inggris menerbitkan berkas tuduhan bahwa Irak memiliki senjata Irak pemusnah massal (WMD). Selain itu, Inggris juga menuduh Saddam Hussein memiliki senjata kimia dan biologi serta memiliki program senjata nuklir.
Berkas itu kemudian menjadi salah satu alasan bagi AS untuk menginvasi Irak. Meski kemudian, semua tuduhan itu terbukti salah.
Dokumen-dokumen itu diterbitkan Daily Mail hari Minggu kemarin (18/10/2015), yang berasal dari server pribadi mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. Dukungan Inggris pada AS untuk menginvasi Irak itu diberikan secara resmi oleh Tony Bliar, Perdana Menteri Inggris saat itu.
Salah satu dokumen yang bocor ditulis bulan Maret 2002 oleh Colin Powel (Menlu AS saat itu) yang ditujukan kepada Presiden George W. Bush.
”Soal Irak, Blair akan bersama kita untuk operasi militer yang diperlukan.Ia yakin pada dua poin; ancaman itu nyata, dan sukses melawan Saddam akan menghasilkan keberhasilan secara lebih di kawasan regional,” bunyi dokumen tersebut.
Sementara itu, pernyataan Blair saat itu pernah dikutip media Inggris, bahwa dia mengatakan;”Ini adalah masalah untuk mempertimbangkan semua pilihan, kami tidak mengusulkan tindakan militer pada saat ini.”
Dalam catatan berjudul ”Secret ... Memorandum fot Presiden" Powell juga menulis bahwa Inggris akan mengikuti perintah AS di Timur Tengah.
Sebelum melakukan invasi ke Irak, Blair dan Bush diketahui melakukan pertemuan di peternakan Crawford. Pada saat yang sama, Pemerintah Inggris menerbitkan berkas tuduhan bahwa Irak memiliki senjata Irak pemusnah massal (WMD). Selain itu, Inggris juga menuduh Saddam Hussein memiliki senjata kimia dan biologi serta memiliki program senjata nuklir.
Berkas itu kemudian menjadi salah satu alasan bagi AS untuk menginvasi Irak. Meski kemudian, semua tuduhan itu terbukti salah.
(mas)