Perangi ISIS, Rusia Bantah Lindungi Assad
Sabtu, 17 Oktober 2015 - 21:50 WIB
Perangi ISIS, Rusia Bantah Lindungi Assad
A
A
A
MOSKOW - Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan tujuan operasi militer Rusia di Suriah bukan untuk melindungi Presiden Bashar al-Assad, tetapi untuk mengalahkan ISIS.
"Rusia, Amerika Serikat, dan semua negara lain memiliki saham dalam melihat perdamaian di wilayah ini dan di Suriah. Dan, pemerintahan yang kuat juga harus membahas sejumlah isu, tepatnya politik," kata Medvedev dalam wawancara dengan stasiun Tv Rossiya, seperti disalin dari Reuters, Sabtu (17/10/2015).
"Itu tidak terlalu penting, siapa yang akan berada di pucuk pimpinan. Kami tidak ingin ISIS menjalankan Suriah. Ini harus menjadi pemerintahan yang beradab dan sah. Inilah yang perlu kita bahas," kata Medvedev.
Ia pun menegaskan, Suriah bukanlah milik Assad, melainkan milik rakyat Suriah. "Terserah rakyat Suriah untuk memutuskan siapa yang akan menjadi kepala Suriah. Pada saat ini, kami beroperasi pada premis bahwa al-Assad adalah presiden yang sah," tuturnya.
Rusia telah menggelar operasi militer udara di Suriah sejak akhir September lalu. Operasi militer ini bertujuan untuk menghancurkan ISIS. Namun, sejumlah negara barat menuding operasi yang dilakukan oleh Kremlin bertujuan untuk melindungi Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang nota bene adalah sekutunya.
"Rusia, Amerika Serikat, dan semua negara lain memiliki saham dalam melihat perdamaian di wilayah ini dan di Suriah. Dan, pemerintahan yang kuat juga harus membahas sejumlah isu, tepatnya politik," kata Medvedev dalam wawancara dengan stasiun Tv Rossiya, seperti disalin dari Reuters, Sabtu (17/10/2015).
"Itu tidak terlalu penting, siapa yang akan berada di pucuk pimpinan. Kami tidak ingin ISIS menjalankan Suriah. Ini harus menjadi pemerintahan yang beradab dan sah. Inilah yang perlu kita bahas," kata Medvedev.
Ia pun menegaskan, Suriah bukanlah milik Assad, melainkan milik rakyat Suriah. "Terserah rakyat Suriah untuk memutuskan siapa yang akan menjadi kepala Suriah. Pada saat ini, kami beroperasi pada premis bahwa al-Assad adalah presiden yang sah," tuturnya.
Rusia telah menggelar operasi militer udara di Suriah sejak akhir September lalu. Operasi militer ini bertujuan untuk menghancurkan ISIS. Namun, sejumlah negara barat menuding operasi yang dilakukan oleh Kremlin bertujuan untuk melindungi Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang nota bene adalah sekutunya.
(ian)