Yerusalem Makin Panas, Palestina Desak Perlindungan Internasional
Sabtu, 17 Oktober 2015 - 19:48 WIB
Yerusalem Makin Panas, Palestina Desak Perlindungan Internasional
A
A
A
NEW YORK - Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera turun tangan guna mengakhiri agresi militer Israel terhadap warga Palestina yang lemah dan menyerukan perlindungan internasional.
"Perlindungan internasional ini telah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak ketimbang sebelumnya," kata Mansour pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB guna membahas ketegangan yang terjadi antara Israel dan Palestina seperti dikutip dari laman US News, Sabtu (17/10/2015).
Mansour pun memperingatkan, kekerasan yang meningkat dapat berubah menjadi ancaman terhadap salah satu agama yang akan menghancurkan segalanya. Karenanya, Mansour menyerukan DK PBB untuk melaksanakan resolusi 1994 yang diberlakukan pasca tewasnya 29 penduduk Muslim di tangah pemukim Yahudi di situs suci Hebron.
"Resolusi ini menyerukan Israel untuk menjamin keselamatan dan perlindungan terhadap warga sipil Palestina di seluruh wilayah yang diduduki," katanya. Perlindungan juga bisa diberikan oleh dunia internasional atau asing, meskipun hanya bersifat sementara.
Sementara itu, jumlah korban terus bertambah pasca ketegangan dengan kekerasan yang terjadi pada hari Jumat kemarin. Tercatat 38 warga Palestina tewas sejak awal Oktober lalu dan lebih dari 1.500 orang cedera.
Sedangkan jumlah warga Israel yang tewas menacapai 7 orang akibat penusukan, pelemparan batu maupun penembakan dan 92 orang cedera, dimana 10 diantaranya dalam kondisi kritis.
"Perlindungan internasional ini telah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak ketimbang sebelumnya," kata Mansour pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB guna membahas ketegangan yang terjadi antara Israel dan Palestina seperti dikutip dari laman US News, Sabtu (17/10/2015).
Mansour pun memperingatkan, kekerasan yang meningkat dapat berubah menjadi ancaman terhadap salah satu agama yang akan menghancurkan segalanya. Karenanya, Mansour menyerukan DK PBB untuk melaksanakan resolusi 1994 yang diberlakukan pasca tewasnya 29 penduduk Muslim di tangah pemukim Yahudi di situs suci Hebron.
"Resolusi ini menyerukan Israel untuk menjamin keselamatan dan perlindungan terhadap warga sipil Palestina di seluruh wilayah yang diduduki," katanya. Perlindungan juga bisa diberikan oleh dunia internasional atau asing, meskipun hanya bersifat sementara.
Sementara itu, jumlah korban terus bertambah pasca ketegangan dengan kekerasan yang terjadi pada hari Jumat kemarin. Tercatat 38 warga Palestina tewas sejak awal Oktober lalu dan lebih dari 1.500 orang cedera.
Sedangkan jumlah warga Israel yang tewas menacapai 7 orang akibat penusukan, pelemparan batu maupun penembakan dan 92 orang cedera, dimana 10 diantaranya dalam kondisi kritis.
(ian)