ISIS Benarkan Petingginya Tewas Akibat Serangan Udara AS
Rabu, 14 Oktober 2015 - 21:32 WIB
ISIS Benarkan Petingginya Tewas Akibat Serangan Udara AS
A
A
A
DAMASKUS - ISIS membenarkan kabar yang menyebutkan salah satu petingginya tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) pada awal tahun ini. Mereka pun mengatakan akan menuntut balas kepada AS atas kematian orang kedua dalam jajaran komando kelompok tersebut.
Dalam sebuah rekaman audio yang diposting hari, juru bicara ISIS Abu Mohamed al-Adnani mengatakan, AS telah bersukacita atas kematian Abu al-Qurashi Mutaz. Washington menyebut Mutaz sebagai koordinator utama dalam kelompok teror tersebut, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Rabu (14/10/2015).
Al-Adnani juga mengatakan, AS sebenarnya sangat lemah dan tidak mampu melawan ISIS. AS bergantung pada Iran dan Rusia untuk memperkuat posisinya di Suriah. Ia juga mengatakan akan membalas setiap kekalahan yang diderita oleh kelompok itu akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Rusia.
"AS bersedia untuk membentuk aliansi dengan setan," katanya. "Berbeda dengan Negara Islam saat ini yang lebih kuat dari sebelumnya," katanya sembari meminta kepada umat Muslim untuk memulai jihad melawan Rusia dan AS.
Dalam sebuah pengumuman pada tanggal 22 Agustus, Gedung Putih menyatakan bahwa Abu al-Qurashi Mutaz, nama aslinya adalah Fadhil Ahmad al-Hayali, telah tewas pada 18 Agustus dalam sebuah serangan udara yang dilakukan oleh AS di dekat kota Mosul, Irak Utara. Serangan tersebut juga menewaskan seorang anggota ISIS yang bertugas dalam operasi media yang dikenal sebagai Abu Abdullah.
Dalam sebuah rekaman audio yang diposting hari, juru bicara ISIS Abu Mohamed al-Adnani mengatakan, AS telah bersukacita atas kematian Abu al-Qurashi Mutaz. Washington menyebut Mutaz sebagai koordinator utama dalam kelompok teror tersebut, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Rabu (14/10/2015).
Al-Adnani juga mengatakan, AS sebenarnya sangat lemah dan tidak mampu melawan ISIS. AS bergantung pada Iran dan Rusia untuk memperkuat posisinya di Suriah. Ia juga mengatakan akan membalas setiap kekalahan yang diderita oleh kelompok itu akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Rusia.
"AS bersedia untuk membentuk aliansi dengan setan," katanya. "Berbeda dengan Negara Islam saat ini yang lebih kuat dari sebelumnya," katanya sembari meminta kepada umat Muslim untuk memulai jihad melawan Rusia dan AS.
Dalam sebuah pengumuman pada tanggal 22 Agustus, Gedung Putih menyatakan bahwa Abu al-Qurashi Mutaz, nama aslinya adalah Fadhil Ahmad al-Hayali, telah tewas pada 18 Agustus dalam sebuah serangan udara yang dilakukan oleh AS di dekat kota Mosul, Irak Utara. Serangan tersebut juga menewaskan seorang anggota ISIS yang bertugas dalam operasi media yang dikenal sebagai Abu Abdullah.
(ian)