Belanda Diyakini Tak Akan Ungkap Penembak Jatuh MH17
Selasa, 13 Oktober 2015 - 16:09 WIB
Belanda Diyakini Tak Akan Ungkap Penembak Jatuh MH17
A
A
A
AMSTERDAM - Dewan Keselamatan Belanda akan merilis laporan akhir penyelidikan kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah Ukraina utara pada bulan Juli lalu pada hari ini, Selasa (13/10). Meski begitu, berhembus kabar jika Dewan Keselamatan Penerbangan Belanda tidak akan mengumumkan siapa penembak jatuh pesawat nahas tersebut.
Seperti dikutip dari laman USA Today, sejumlah pejabat negara Barat telah lama mengatakan, pesawat itu jatuh akibat ditembak oleh rudal milik kelompok separatis pro Rusia. Ketika itu, pesawat dengan jenis jenis Boeing 777-200 itu sedang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.
Diduga, pesawat tersebut ditembak dengan rudal SA-11 atau yang dikenal sebagai Buk. Namun, Rusia membantah terlibat atas insiden yang terjadi pada pertengahan tahun lalu itu.
Dewan Keselamatan Belanda melakukan penyelidikan atas kasus ini, karena 193 penumpang pesawat nahas itu adalah warga negara negeri Tulip. Pihak penyidik telah mengantongi suara dan data rekaman pesawat tersebut. Namun, sejumlah pihak meyakini jika Dewan Keselamatan Belanda tidak akan mengatakan siapa yang akan menembakkan rudal ke arah pesawat komersil milik Malaysia itu dan apa alasannya.
Pesawat Malaysia Airlines dikabarkan jatuh di wilayah Ukraina timur pada 17 Juli 2014 dan menewaskan 298 orang. Sebelum kejadian, pihak berwenang Ukraina telah memerintahkan pesawat komersil untuk terbang setidaknya pada ketinggian 32.000 kaki.
Hal ini disebabkan tiga hari sebelum kejadian tragis tersebut, pesawat angkut militer jenis AN-26 telah ditembak jatuh pada ketinggian 21.000 kaki. Namun, pada saat kejadian, diketahui jika pesawat Malaysia Airlines terbang pada ketinggian 33.000 kaki.
Penyelidikan terhadap jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 ini sempat mengalami kesulitan saat pihak penyidik ingin meneliti puing-puing pesawat. Pasalnya, saat itu, pertempuran tengah berkecamuk di lokasi tersebut.
Insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 ini adalan insiden kedua dalam satu tahun dalam beberapa bulan. Sebelumnya, Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Bahkan hingga hari ini, pencarian terus dilakukan setelah ditemukannya bagian sayap pesawat yang belum diketahui nasibnya itu.
Seperti dikutip dari laman USA Today, sejumlah pejabat negara Barat telah lama mengatakan, pesawat itu jatuh akibat ditembak oleh rudal milik kelompok separatis pro Rusia. Ketika itu, pesawat dengan jenis jenis Boeing 777-200 itu sedang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.
Diduga, pesawat tersebut ditembak dengan rudal SA-11 atau yang dikenal sebagai Buk. Namun, Rusia membantah terlibat atas insiden yang terjadi pada pertengahan tahun lalu itu.
Dewan Keselamatan Belanda melakukan penyelidikan atas kasus ini, karena 193 penumpang pesawat nahas itu adalah warga negara negeri Tulip. Pihak penyidik telah mengantongi suara dan data rekaman pesawat tersebut. Namun, sejumlah pihak meyakini jika Dewan Keselamatan Belanda tidak akan mengatakan siapa yang akan menembakkan rudal ke arah pesawat komersil milik Malaysia itu dan apa alasannya.
Pesawat Malaysia Airlines dikabarkan jatuh di wilayah Ukraina timur pada 17 Juli 2014 dan menewaskan 298 orang. Sebelum kejadian, pihak berwenang Ukraina telah memerintahkan pesawat komersil untuk terbang setidaknya pada ketinggian 32.000 kaki.
Hal ini disebabkan tiga hari sebelum kejadian tragis tersebut, pesawat angkut militer jenis AN-26 telah ditembak jatuh pada ketinggian 21.000 kaki. Namun, pada saat kejadian, diketahui jika pesawat Malaysia Airlines terbang pada ketinggian 33.000 kaki.
Penyelidikan terhadap jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 ini sempat mengalami kesulitan saat pihak penyidik ingin meneliti puing-puing pesawat. Pasalnya, saat itu, pertempuran tengah berkecamuk di lokasi tersebut.
Insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 ini adalan insiden kedua dalam satu tahun dalam beberapa bulan. Sebelumnya, Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Bahkan hingga hari ini, pencarian terus dilakukan setelah ditemukannya bagian sayap pesawat yang belum diketahui nasibnya itu.
(ian)