AS dan Rusia di Ambang Perang Proxy Habis-habisan di Suriah

Selasa, 13 Oktober 2015 - 08:58 WIB
AS dan Rusia di Ambang...
AS dan Rusia di Ambang Perang Proxy Habis-habisan di Suriah
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Rusia sudah di ambang perang proxy habis-habisan di Suriah, setelah Pentagon memasok senjata secara berlimpah kepada pemberontak Suriah. Sedangkan Rusia menegaskan agresi militernya di Suriah memang untuk mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kelompok pemberontak Suriah untuk pertama kalinya mengakui bahwa mereka menerima pasokan senjata yang melimpah dari AS, termasuk di antaranya rudal anti-tank. Media AS, New York Times, dalam laporannya menyatakan pasokan rudal AS itu membuat konflik di Suriah merayap mendekati perang proxy habis-habisan antara AS dan Rusia.

Kebijakan AS dan Rusia dengan saling mendukung kedua kubu yang saling bermusuhan itu membuat penyelesaian krisis Suriah secara diplomatik hampir mustahil.

Media AS itu juga melaporkan bahwa, rudal anti-tank TOW buatan AS sejatinya mulai dipasok ke pemberontak Suriah sejak 2013 melalui program rahasia yang dijalankan AS, Arab Saudi dan para sekutu AS lainnya. Sedangkan CIA bertugas memantau penggunaan senjata AS oleh pemberontak Suriah untuk melawan pasukan rezim Suriah.

”Kami mendapatkan apa yang kita minta dalam waktu yang sangat singkat,” kata salah satu komandan pemberontak Suriah, Ahmad al-Saud, dalam sebuah wawancara yang dilansir semalam (12/10/2015).

Menurutnya, hanya dalam dua hari kelompoknya dari Divisi 13 telah menghancurkan tujuh kendaraan lapis baja dan tank rezim Suriah dengan tujuh rudal TOW. ”Tujuh dari tujuh,” lanjut dia mengacu pada tujuh sasaran dengan tembakan tujuh rudal TOW.

Sementara itu, pejabat militer AS seperti dikutip Reuters, Selasa (13/10/2015), juga mengkonfirmasi bahwa selama hampir dua minggu AS memasok amunisi ke pemberontak Suriah setelah serangan Rusia untuk mendukung rezim Assad semakin ganas.

Amunisi itu didrop oleh Angkatan Udara AS menggunakan pesawat kargo C-17 di Suriah utara. Kebijakan AS ini aneh, sebab pekan lalu Pentagon menyatakan telah menangguhkan program latihan untuk pemberontak Suriah karena pasukan pemberontak menolak melawan ISIS, tapi hanya bersedia melawan tentara rezim Suriah.
(mas)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
19 menit yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
1 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
2 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
3 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
4 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved