Amerika: Lebih dari 90% Serangan Rusia Tak Kena ISIS
Kamis, 08 Oktober 2015 - 09:54 WIB
Amerika: Lebih dari 90% Serangan Rusia Tak Kena ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menuduh bahwa lebih dari 90 persen serangan militer Rusia di Suriah tidak mengenai ISIS dan kelompok afiliasi al-Qeda. Padahal dalam waktu yang bersamaan, Rusia merilis data hasil serangan mereka di Suriah selama sepekan di mana ratusan fasilitas ISIS hancur dibombardir pesawat-pesawat jet tempur Kremlin.
“Lebih dari 90 persen serangan Rusia yang kita lihat belum menyasar ISIS atau teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda,” kata juru bicara Luar Negeri AS, John Kirby. (Baca: Seminggu Jet-jet Rusia Gempur 110 Target ISIS, Ini Hasilnya)
”(Serangan) mereka sudah sebagian besar justru melawan kelompok oposisi. Kelompok yang ingin masa depan Suriah lebih baik dan tidak ingin melihat rezim Assad tetap berkuasa,” lanjut Kirby.
Sementara itu, Menteri Pertahanan atau Kepala Pentagon AS, Ashton Carter, mengisyaratkan tetap menolak berkoordinasi dengan Rusia meski sama-sama mengklaim menyerang ISIS di Suriah. Carter menilai misi militer Kremlin hanya untuk melanggengkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. (Baca juga: Jet Rusia 3 Kali Nyaris Tempel Drone Predator AS di Suriah)
”Kami tidak siap untuk bekerja sama dalam strategi, yang seperti kita jelaskan bahwa itu strategi Rusia cacat tragis,” kata Carter, seperti dikutip Reuters, Kamis (8/10/2015).
Pentagon tidak terima dengan aksi militer Rusia yang menyerang kelompok oposisi Suriah yang mereka latih. ”Meskipun apa yang Rusia katakana itu, kami belum sepakat untuk bekerja sama dengan Rusia selama mereka terus mengejar strategi keliru dan mencapai target ini (oposisi Suriah),” ujar Carter.
Kendati demikian, Carter mengakui bahwa Pentagon terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Pertahanan Kremlin. Tujuannya, agar pilot-pilot tempur AS di Suriah tetap terjamin keselamatannya.
”Apa yang akan kita lakukan adalah diskusi teknis tentang prosedur keselamatan secara profesional untuk pilot pesawt kami di Suriah. Hanya itu saja. Kami akan menjaga saluran terbuka karena menyangkut soal keamanan dan keselamatan pilot kami.”
“Lebih dari 90 persen serangan Rusia yang kita lihat belum menyasar ISIS atau teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda,” kata juru bicara Luar Negeri AS, John Kirby. (Baca: Seminggu Jet-jet Rusia Gempur 110 Target ISIS, Ini Hasilnya)
”(Serangan) mereka sudah sebagian besar justru melawan kelompok oposisi. Kelompok yang ingin masa depan Suriah lebih baik dan tidak ingin melihat rezim Assad tetap berkuasa,” lanjut Kirby.
Sementara itu, Menteri Pertahanan atau Kepala Pentagon AS, Ashton Carter, mengisyaratkan tetap menolak berkoordinasi dengan Rusia meski sama-sama mengklaim menyerang ISIS di Suriah. Carter menilai misi militer Kremlin hanya untuk melanggengkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. (Baca juga: Jet Rusia 3 Kali Nyaris Tempel Drone Predator AS di Suriah)
”Kami tidak siap untuk bekerja sama dalam strategi, yang seperti kita jelaskan bahwa itu strategi Rusia cacat tragis,” kata Carter, seperti dikutip Reuters, Kamis (8/10/2015).
Pentagon tidak terima dengan aksi militer Rusia yang menyerang kelompok oposisi Suriah yang mereka latih. ”Meskipun apa yang Rusia katakana itu, kami belum sepakat untuk bekerja sama dengan Rusia selama mereka terus mengejar strategi keliru dan mencapai target ini (oposisi Suriah),” ujar Carter.
Kendati demikian, Carter mengakui bahwa Pentagon terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Pertahanan Kremlin. Tujuannya, agar pilot-pilot tempur AS di Suriah tetap terjamin keselamatannya.
”Apa yang akan kita lakukan adalah diskusi teknis tentang prosedur keselamatan secara profesional untuk pilot pesawt kami di Suriah. Hanya itu saja. Kami akan menjaga saluran terbuka karena menyangkut soal keamanan dan keselamatan pilot kami.”
(mas)