Sebut Kebijakan Rusia di Suriah Cacat, AS Enggan Kerjasama
Rabu, 07 Oktober 2015 - 20:56 WIB
Sebut Kebijakan Rusia di Suriah Cacat, AS Enggan Kerjasama
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) kembali menyatakan, bahwa mereka masih belum akan melakukan kerjasama dengan Rusia untuk melawan ISIS di Suriah. Alasannya, AS menilai kebijakan Rusia di Suriah sebagai kebijakan yang cacat.
"Kami tidak siap untuk bekerjasama dalam strategi, yang seperti sudah saya katakan sebagai strategi yang cacat, benar-benar cacat," kata Menteri Pertahanan AS Ashton Carter, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (7/10/2015).
Carter menilai kebijakan Rusia sebagai kebijakan yang cacat. Sebab, Rusia mendukung rezim Bashar al-Assad. Lalu yang kedua, Carter menyebut serangan yang dilakukan Rusia di Suriah tidak dimaksudkan untuk mengalahkan ISIS, tapi pemberontak Suriah.
Seperti diketahui, AS adalah salah satu negara yang menolak kerjasama dengan Assad, karena menilai pemimpin Suriah itu bukanlan pemimpin yang sah. Selain itu, AS juga adalah pendukung terbesar pemberontak Suriah, yang terlihat dari banyaknya senjata dan pelatihan yang diberikan kepada pemberontak.
Namun, di kesempatan yang sama, dirinya mengaku masih akan tetap menjalin komunikasi dengan militer Rusia. Komunikasi ini dilakukan untuk membahas beberapa masalah teknis, dan memastikan bahwa Angkatan Udara AS dan Rusia tidak bentrok saat melakukan serangan udara di Suriah.
"Kami tidak siap untuk bekerjasama dalam strategi, yang seperti sudah saya katakan sebagai strategi yang cacat, benar-benar cacat," kata Menteri Pertahanan AS Ashton Carter, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (7/10/2015).
Carter menilai kebijakan Rusia sebagai kebijakan yang cacat. Sebab, Rusia mendukung rezim Bashar al-Assad. Lalu yang kedua, Carter menyebut serangan yang dilakukan Rusia di Suriah tidak dimaksudkan untuk mengalahkan ISIS, tapi pemberontak Suriah.
Seperti diketahui, AS adalah salah satu negara yang menolak kerjasama dengan Assad, karena menilai pemimpin Suriah itu bukanlan pemimpin yang sah. Selain itu, AS juga adalah pendukung terbesar pemberontak Suriah, yang terlihat dari banyaknya senjata dan pelatihan yang diberikan kepada pemberontak.
Namun, di kesempatan yang sama, dirinya mengaku masih akan tetap menjalin komunikasi dengan militer Rusia. Komunikasi ini dilakukan untuk membahas beberapa masalah teknis, dan memastikan bahwa Angkatan Udara AS dan Rusia tidak bentrok saat melakukan serangan udara di Suriah.
(esn)