AS-Rusia Siap Kembali Bahas Operasi Militer di Suriah
Rabu, 07 Oktober 2015 - 10:03 WIB
AS-Rusia Siap Kembali Bahas Operasi Militer di Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) siap untuk melanjutkan pembicaraan militer dengan Rusia terkait operasi militer kedua belah pihak di Suriah. Pembicaraan ini dilakukan untuk menghindari konflik di medan pertempuran.
"Selama beberapa hari terakhir, kami telah melihat bahaya yang muncul terkait serangan yang disengaja," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner. "Jadi, kita benar-benar perlu terlibat dengan Rusia dalam hal mencegah konflik," tambahnya, seperti dikutip dari laman Xinhua, Rabu (7/10/2015).
Toner pun menegaskan, Departemen Pertahanan AS sebelumnya mengaku siap bertemu dengan pihak Rusia sesegera mungkin. Sikap yang sama ditunjukan Rusia lewat Wakil Menteri Pertahanan Anatoly Antonov. Ia mengatakan, militer negara itu bersedia untuk memperluas kerjasama dengan koalisi pimpinan AS di Suriah.
"Kami sangat yakin bahwa tidak ada negara yang mampu mengatasi ancaman terorisme seorang diri, tidak peduli seberapa kuat Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan NATO. Itulah mengapa kita mendukung kerjasama internasional yang lebih luas," kata Antonov.
AS dan Rusia sebelumnya sudah pernah melakukan pertemuan dalam upaya menetapkan aturan terkait operasi udara di Suriah pada pekan lalu. Pembicaraan muncul setelah Rusia melakukan serangan udara di Suriah dengan target ISIS. Langkah ini dinilai AS semakin memperumit konflik di Suriah yang telah berjalan empat setengah tahun.
"Selama beberapa hari terakhir, kami telah melihat bahaya yang muncul terkait serangan yang disengaja," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner. "Jadi, kita benar-benar perlu terlibat dengan Rusia dalam hal mencegah konflik," tambahnya, seperti dikutip dari laman Xinhua, Rabu (7/10/2015).
Toner pun menegaskan, Departemen Pertahanan AS sebelumnya mengaku siap bertemu dengan pihak Rusia sesegera mungkin. Sikap yang sama ditunjukan Rusia lewat Wakil Menteri Pertahanan Anatoly Antonov. Ia mengatakan, militer negara itu bersedia untuk memperluas kerjasama dengan koalisi pimpinan AS di Suriah.
"Kami sangat yakin bahwa tidak ada negara yang mampu mengatasi ancaman terorisme seorang diri, tidak peduli seberapa kuat Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan NATO. Itulah mengapa kita mendukung kerjasama internasional yang lebih luas," kata Antonov.
AS dan Rusia sebelumnya sudah pernah melakukan pertemuan dalam upaya menetapkan aturan terkait operasi udara di Suriah pada pekan lalu. Pembicaraan muncul setelah Rusia melakukan serangan udara di Suriah dengan target ISIS. Langkah ini dinilai AS semakin memperumit konflik di Suriah yang telah berjalan empat setengah tahun.
(ian)