Dalam 24 Jam, Rusia Luncurkan 20 Serangan Udara di Suriah
Sabtu, 03 Oktober 2015 - 19:06 WIB
Dalam 24 Jam, Rusia Luncurkan 20 Serangan Udara di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Angkatan Udara Rusia mengatakan, dalam 24 jam terakhir mereka telah melakukan lebih dari 20 kali penerbangan di Suriah dengan menargetkan sembilan objek yang ditengarai milik ISIS.
Menurut pejabat Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, Rusia menggunakan jet tempur Su-34 dan Su-24 dalam serangan tersebut. Bahkan sebuah pesawat Su-34 berhasil menghancurkan pos komando teroris, bunker bawah tanah serta gudang bahan peledak dan senjata di sekitar Raqqa, Suriah, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (3/10/2015).
Konashenkov juga menyatakan, pesawat pembom AU Rusia telah menyerang sebuah kamp milik ISIS dan berhasil menghancurkan tujuh buah peralatan militer berat, gudang senjata dan benteng kelompok teroris dengan bom KAB-500.
"Semuanya ini dan sejumlah peralatan berat militer lainnya telah digunakan dalam sejumlah serangan militer yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir dengan menargetkan sejumlah obyek milik ISIS seperti pos komando, gudang senjata dan gudang bahan bakar, dan sebuah bengkel senjata tempat mereka membuat bom bunuh diri," kata Konashenkov.
Menurut pejabat Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, Rusia menggunakan jet tempur Su-34 dan Su-24 dalam serangan tersebut. Bahkan sebuah pesawat Su-34 berhasil menghancurkan pos komando teroris, bunker bawah tanah serta gudang bahan peledak dan senjata di sekitar Raqqa, Suriah, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (3/10/2015).
Konashenkov juga menyatakan, pesawat pembom AU Rusia telah menyerang sebuah kamp milik ISIS dan berhasil menghancurkan tujuh buah peralatan militer berat, gudang senjata dan benteng kelompok teroris dengan bom KAB-500.
"Semuanya ini dan sejumlah peralatan berat militer lainnya telah digunakan dalam sejumlah serangan militer yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir dengan menargetkan sejumlah obyek milik ISIS seperti pos komando, gudang senjata dan gudang bahan bakar, dan sebuah bengkel senjata tempat mereka membuat bom bunuh diri," kata Konashenkov.
(ian)