AS: Rusia Lakukan Serangan Udara dengan Sembarangan
Jum'at, 02 Oktober 2015 - 11:14 WIB
AS: Rusia Lakukan Serangan Udara dengan Sembarangan
A
A
A
WASHINGTON - Gedung Putih bereaksi keras terhadap serangan udara Rusia yang mengenai kelompok pemberontak. Gedung Putih menilai, Rusia melakukan serangan udara secara sembarangan.
Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengatakan, Rusia melakukan serangan secara acak terhadap kelompok oposisi Suriah yang didukung Amerika Serikat (AS). Padahal sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah meyakinkan bahwa serangan yang dilakukan pihaknya menargetkan kelompok teror yang sama dengan koalisi pimpinan AS.
"Melaksanakan operasi militer tanpa pandang bulu terhadap kelompok oposisi Suriah berbahaya bagi Rusia," kata Earnest seperti dikutip dari BBC, Jumat (2/10/2015). "Ini hanya akan memperpanjang konflik sektarian di dalam wilayah Suriah, jika tidak membuat konflik yang tak terbatas, dan bahkan berisiko menarik Rusia masuk lebih dalam ke dalam konflik itu," tuturnya.
Earnest juga mengungkapkan jika pejabat militer AS dan Rusia telah melakukan pertemuan selama satu jam pada hari Kamis kemarin. Pertemuan tersebut untuk membahas "deconfliction" operasi dan itu adalah pertemuan pertama dari serangkaian diskusi.
Rusia sendiri telah melancarkan serangan udara ke dua pada hari Kamis kemarin dan mengaku telah berhasil menghancurkan gudang amunisi milik ISIS dan pusat komando.
Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengatakan, Rusia melakukan serangan secara acak terhadap kelompok oposisi Suriah yang didukung Amerika Serikat (AS). Padahal sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah meyakinkan bahwa serangan yang dilakukan pihaknya menargetkan kelompok teror yang sama dengan koalisi pimpinan AS.
"Melaksanakan operasi militer tanpa pandang bulu terhadap kelompok oposisi Suriah berbahaya bagi Rusia," kata Earnest seperti dikutip dari BBC, Jumat (2/10/2015). "Ini hanya akan memperpanjang konflik sektarian di dalam wilayah Suriah, jika tidak membuat konflik yang tak terbatas, dan bahkan berisiko menarik Rusia masuk lebih dalam ke dalam konflik itu," tuturnya.
Earnest juga mengungkapkan jika pejabat militer AS dan Rusia telah melakukan pertemuan selama satu jam pada hari Kamis kemarin. Pertemuan tersebut untuk membahas "deconfliction" operasi dan itu adalah pertemuan pertama dari serangkaian diskusi.
Rusia sendiri telah melancarkan serangan udara ke dua pada hari Kamis kemarin dan mengaku telah berhasil menghancurkan gudang amunisi milik ISIS dan pusat komando.
(ian)