AS Jatuhkan Sanksi Ekonomi pada Anggota ISIS

Rabu, 30 September 2015 - 21:51 WIB
AS Jatuhkan Sanksi Ekonomi...
AS Jatuhkan Sanksi Ekonomi pada Anggota ISIS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi ekomomi kepada lebih dari 30 orang yang menjadi pemimpin, simpatisan dan afiliasi kelompok ISIS yang ada di seluruh dunia. Sanksi ekonomi ini diharapkan akan membuat kelompok tersebut mengalami kesulitan ekonomi.

Seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (30/9/2015), Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi kepada 15 orang yang diduga simpatisan ISIS. Mereka diduga telah memberikan bantuan teknis, dukungan logistik atau keuangan, dan bekerja sebagai perekrut anggota. Sanksi ini memungkinkan pemerintah AS untuk membekukan aset berupa uang dan barang milik warga AS yang terbukti menjadi anggota ataupun simpatisan ISIS.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS memasukkan 10 individu dan lima organisasi yang berfiliasi dengan ISIS dalam daftar teroris asing. Hal ini akan membuat pemerintah AS dapat menjatuhkan sanksi keuangan dan hukum kepada mereka.

Para individu dan kelompok yang dimasukkan oleh AS dalam daftar teroris tersebut berasal dari Inggris, Prancis, Rusia, Pakistan, Afghanistan, dan Indonesia. "Mereka dimasukkan dalam daftar karena sifat gerakan mereka benar-benar menjadi acaman global," ujar seorang pejabat senior.

Menurut sang pejabat, sanksi ekonomi ini sengaja dijatuhkan AS untuk mencegah ISIS menggunakan dana bantuan tersebut untuk membeli senjata dan logistik, dan membuat blok baru yang berasal dari para pendukungnya yang telah berkembang di seluruh dunia.

Dalam daftarnya, Deplu AS memasukan kelompok Negara Islam Khorasan dan kelompok afiliasinya, Mujahidin Indonesia Timur asal Indonesia, dan Jund al-Khilafah di Aljazair. Mereka juga memasukan Jaysh Rijal al-Tariq al Naqshabandi, kelompok teroris yang beroperasi di Irak. Sedangkan individu yang masuk dalam daftar sanksi itu diantaranya adalah Sally Ann Jones, sang Nyonya Teror ISIS asal Inggris.
(esn)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Jadi Komandan Batalion...
Jadi Komandan Batalion Perempuan ISIS, Mama Muda Diciduk FBI
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Berita Terkini
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
4 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
5 jam yang lalu
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
6 jam yang lalu
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
8 jam yang lalu
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved