Rusia Mulai Lancarkan Serangan Udara di Suriah
Rabu, 30 September 2015 - 20:58 WIB
Rusia Mulai Lancarkan Serangan Udara di Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Pasca mendapat restu dari Parlemen, Pemerintah Rusia langsung menyiapkan serangan udara perdana ke sejumlah titik yang diduga menjadi basis pertahanan ISIS di Suriah.
Seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (30/9/2015), seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) menyatakan, pihak militer Rusia telah melancarkan serangan udara di wilayah barat kota Homs. Pihak Washington sendiri sebelumnya telah diberitahu mengenai serangan yang akan dilakukan oleh pihak Rusia.
"Seorang pejabat Rusia di Baghdad pagi ini menginformasikan pada personel kedutaan, bahwa pesawat militer Rusia akan memulai operasi anti ISIS di seluruh Suriah hari ini. Lebih lanjut, ia meminta agar pesawat AS menghindari wilayah udara Suriah selama misi tersebut. Kami juga telah mendengar laporan media yang memperkirakan Rusia telah memulai misi udaranya," demikian pernyataan pejabat pertahanan AS tersebut.
Dalam kesempatan itu, pejabat militer AS tersebut juga menegaskan, koalisi pimpinan AS akan terus terbang melakukan operasi udara anti ISIS di Irak dan Suriah, seperti yang telah direncanakan. Ia juga mengkritik langkah yang diambil oleh Rusia.
"Sementara kita akan menyambut baik peran konstruktif dengan Rusia dalam upaya ini, tapi ini sama sekali tidak mengubah operasi kami," tegasnya.
Sebelumnya, Majelis Tinggi Parlemen Rusia telah memberikan hak kepada Presiden Vladimir Putin untuk memberikan bantuan militer ke Suriah. Meski begitu, bantuan militer tersebut hanya sebatas bantuan serangan udara.
Seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (30/9/2015), seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) menyatakan, pihak militer Rusia telah melancarkan serangan udara di wilayah barat kota Homs. Pihak Washington sendiri sebelumnya telah diberitahu mengenai serangan yang akan dilakukan oleh pihak Rusia.
"Seorang pejabat Rusia di Baghdad pagi ini menginformasikan pada personel kedutaan, bahwa pesawat militer Rusia akan memulai operasi anti ISIS di seluruh Suriah hari ini. Lebih lanjut, ia meminta agar pesawat AS menghindari wilayah udara Suriah selama misi tersebut. Kami juga telah mendengar laporan media yang memperkirakan Rusia telah memulai misi udaranya," demikian pernyataan pejabat pertahanan AS tersebut.
Dalam kesempatan itu, pejabat militer AS tersebut juga menegaskan, koalisi pimpinan AS akan terus terbang melakukan operasi udara anti ISIS di Irak dan Suriah, seperti yang telah direncanakan. Ia juga mengkritik langkah yang diambil oleh Rusia.
"Sementara kita akan menyambut baik peran konstruktif dengan Rusia dalam upaya ini, tapi ini sama sekali tidak mengubah operasi kami," tegasnya.
Sebelumnya, Majelis Tinggi Parlemen Rusia telah memberikan hak kepada Presiden Vladimir Putin untuk memberikan bantuan militer ke Suriah. Meski begitu, bantuan militer tersebut hanya sebatas bantuan serangan udara.
(esn)