Demi Korban Tragedi Mina, Rouhani Persingkat Kunjungan di New York
Senin, 28 September 2015 - 16:14 WIB
Demi Korban Tragedi Mina, Rouhani Persingkat Kunjungan di New York
A
A
A
NEW YORK - Demi menghadiri pemakamanan korban tragedi Mina, Presiden Iran Hassan Rouhani dilaporkan mempersingkat waktu kunjungan ke New York dan akan segera kembali ke Teheran. Rouhani ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, dan melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala negara.
Karena keputusannya ini, menurut laporan kantor berita Iran, IRNA, Rouhani harus membatalkan sejumlah pertemuan dan juga sidang. Salah satu pertemuan yang gagal terealisasi adalah pertemuan antara Rouhani dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Sejumlah pertemuan dan program yang sudah dijadwalkan telah dibatalkan, dan dia (Rouhani) akan kembali ke Teheran sore nanti," bunyi pernyataan kantor Kepresidenan Iran, seperti dilansir IRNA pada Senin (28/9/2015).
Iran sendiri merupakan negara dengan jumlah korban terbanyak dalam tragedi yang berlangsung tengah pekan lalu tersebut. Setidaknya 155 jamaah asal Iran tewas dalam tragedi yang disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Iran juga merupakan negara yang paling keras mengkritik pemerintah Arab Saudi atas tragedi itu. Bahkan, Rouhani dalam pidatonya di Sidang Umum PBB kemarin menyebut, PBB harus turun tangan, dan ikut menyelidiki tragedi ini.
Karena keputusannya ini, menurut laporan kantor berita Iran, IRNA, Rouhani harus membatalkan sejumlah pertemuan dan juga sidang. Salah satu pertemuan yang gagal terealisasi adalah pertemuan antara Rouhani dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Sejumlah pertemuan dan program yang sudah dijadwalkan telah dibatalkan, dan dia (Rouhani) akan kembali ke Teheran sore nanti," bunyi pernyataan kantor Kepresidenan Iran, seperti dilansir IRNA pada Senin (28/9/2015).
Iran sendiri merupakan negara dengan jumlah korban terbanyak dalam tragedi yang berlangsung tengah pekan lalu tersebut. Setidaknya 155 jamaah asal Iran tewas dalam tragedi yang disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Iran juga merupakan negara yang paling keras mengkritik pemerintah Arab Saudi atas tragedi itu. Bahkan, Rouhani dalam pidatonya di Sidang Umum PBB kemarin menyebut, PBB harus turun tangan, dan ikut menyelidiki tragedi ini.
(esn)