Kerry: Status Pasukan Rusia di Suriah Masih Bertahan
Rabu, 23 September 2015 - 13:07 WIB
Kerry: Status Pasukan Rusia di Suriah Masih Bertahan
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry menyatakan, penempatan sejumlah personel dan peralatan militer Rusia di Suriah tampaknya hanya sebatas untuk melindungi pasukan sendiri.
Sebelumnya, The Wall Street Journal menurunkan laporan yang berasal dari gambar satelit terbaru, dimana gambar tersebut menunjukkan Rusia telah memperluas penempatan personel militernya di Suriah, dekat pantai Mediterania.
Munculnya jet tempur baru Rusia membuat sejumlah pihak khawatir, Rusia bermaksud untuk memainkan peran yang lebih agresif dalam perang yang telah berkecamuk lebih dari 4 tahun itu.
"Untuk saat ini, berdasarkan pengamatan dari militer kami dan para ahli, pada dasarnya gambar tersebut menunjukkan mereka tengah dalam posisi bertahan," kata Kerry seperti dikutip dari BBC, Rabu (23/9/2015).
Kendati demikian, Kerry menyatakan, hingga saat ini belum diketahui rencana jangka panjang Rusia di Suriah dan meminta Putin untuk membantu upaya-upaya guna menghentikan konflik di daerah tersebut.
"Jika keberadaan Rusia di sana untuk membantu Assad dan memastikan Assad terus memerintah, maka dia tidak perlu bernegosiasi. Saya pikir itu akan menjadi masalah bagi Suriah, dan juga masalah bagi semua pihak yang ingin menyelesaikan masalah ini," tutur Kerry.
Segala upaya untuk menghentikan konflik di Suriah kerap menemui jalan buntuk. Bahkan, pembicaraan damai yang dipimpin oleh PBB gagal menghasilkan sebuah kesepakatan untuk membentuk badan transisi yang akan mengambil alih pemerintahan dari Presiden Bashar al-Assad.
Sebelumnya, The Wall Street Journal menurunkan laporan yang berasal dari gambar satelit terbaru, dimana gambar tersebut menunjukkan Rusia telah memperluas penempatan personel militernya di Suriah, dekat pantai Mediterania.
Munculnya jet tempur baru Rusia membuat sejumlah pihak khawatir, Rusia bermaksud untuk memainkan peran yang lebih agresif dalam perang yang telah berkecamuk lebih dari 4 tahun itu.
"Untuk saat ini, berdasarkan pengamatan dari militer kami dan para ahli, pada dasarnya gambar tersebut menunjukkan mereka tengah dalam posisi bertahan," kata Kerry seperti dikutip dari BBC, Rabu (23/9/2015).
Kendati demikian, Kerry menyatakan, hingga saat ini belum diketahui rencana jangka panjang Rusia di Suriah dan meminta Putin untuk membantu upaya-upaya guna menghentikan konflik di daerah tersebut.
"Jika keberadaan Rusia di sana untuk membantu Assad dan memastikan Assad terus memerintah, maka dia tidak perlu bernegosiasi. Saya pikir itu akan menjadi masalah bagi Suriah, dan juga masalah bagi semua pihak yang ingin menyelesaikan masalah ini," tutur Kerry.
Segala upaya untuk menghentikan konflik di Suriah kerap menemui jalan buntuk. Bahkan, pembicaraan damai yang dipimpin oleh PBB gagal menghasilkan sebuah kesepakatan untuk membentuk badan transisi yang akan mengambil alih pemerintahan dari Presiden Bashar al-Assad.
(esn)