Nyamar Jadi Wanita, Mahasiswa Indonesia Ajak Kencan 7 Pria Australia
Selasa, 22 September 2015 - 18:33 WIB
Nyamar Jadi Wanita, Mahasiswa Indonesia Ajak Kencan 7 Pria Australia
A
A
A
CANBERA - Billy Tamawiwy, harus merasakan duduk di kursi pesakitan akibat ulahnya di media sosial. Mahasiswa Indonesia tersebut berpura-pura menjadi wanita di Facebook, dan mencoba mengajak tujuh pria Australia untuk ngamar. Kini pria berusia 23 tahun itu tengah menjalani proses persidangan akibat ulahnya tersebut.
Melansir ABC pada Selasa (22/9/2015), dirinya bahkan dikabarkan telah memperkosa salah seorang korbannya, setelah sebelumnya mengirimi pria tersebut gambar-gambar tidak senonoh. Dalam persidangan yang berlangsung di pengasilan ACT di Canbera, Jaksa Trent Hickey mengatakan, dalam melakukan aksinya, Billy kerap memulai pembicaraan dengan topik umum, sebelum akhirnya mengirimkan informasi dan gambar tak senonoh kepada korbannya."Jika tidak ditanggapi, dia (Billy) akan mengirimkan pesan dengan nada mengancam," ucah Hickey.
"Korban dijebak oleh Billy yang menjanjikan bahwa korban akan berhubungan seksual dengan wanita di akun Facebook palsu itu setelah korban melayani Billy terlebih dahulu," sambungnya.
Keterangan Hickey diperkuat oleh pernyataan salah seorang saksi yang hampir saja menjadi korban Billy. Saksi itu mengatakan mulai curiga dengan tingkah seorang wanita di Facebook, yang tidak lain adalah Billy, yang tiba-tiba langsung mengajaknya berhubungan badan tidak lama setelah mereka berkenalan.
Saksi itu juga menuturkan, dia menerima pertemanan di Facebook dengan Billy dan akun wanita tersebut pada saat bersamaan. Ia menambahkan, postingan di dua akun Facebook itu ternyata mirip, termasuk dalam kesalahan ejaan bahasa Inggrisnya.
Sementara itu, Pengacara Billy, James Lawton mengatakan kepada para juri di persidangan, bawa klienya telah mengakui bahwa dirinya benar telah membuat akun FB palsu itu dan benar telah mengirimkan pesan kepada sejumlah pihak. Tapi, Lawton meminta kepada para juri untuk mempertimbangkan apakah ada unsur suka sama suka dalam dakwaan tindakan pemerkosaan yang dihadapi kliennya.
Melansir ABC pada Selasa (22/9/2015), dirinya bahkan dikabarkan telah memperkosa salah seorang korbannya, setelah sebelumnya mengirimi pria tersebut gambar-gambar tidak senonoh. Dalam persidangan yang berlangsung di pengasilan ACT di Canbera, Jaksa Trent Hickey mengatakan, dalam melakukan aksinya, Billy kerap memulai pembicaraan dengan topik umum, sebelum akhirnya mengirimkan informasi dan gambar tak senonoh kepada korbannya."Jika tidak ditanggapi, dia (Billy) akan mengirimkan pesan dengan nada mengancam," ucah Hickey.
"Korban dijebak oleh Billy yang menjanjikan bahwa korban akan berhubungan seksual dengan wanita di akun Facebook palsu itu setelah korban melayani Billy terlebih dahulu," sambungnya.
Keterangan Hickey diperkuat oleh pernyataan salah seorang saksi yang hampir saja menjadi korban Billy. Saksi itu mengatakan mulai curiga dengan tingkah seorang wanita di Facebook, yang tidak lain adalah Billy, yang tiba-tiba langsung mengajaknya berhubungan badan tidak lama setelah mereka berkenalan.
Saksi itu juga menuturkan, dia menerima pertemanan di Facebook dengan Billy dan akun wanita tersebut pada saat bersamaan. Ia menambahkan, postingan di dua akun Facebook itu ternyata mirip, termasuk dalam kesalahan ejaan bahasa Inggrisnya.
Sementara itu, Pengacara Billy, James Lawton mengatakan kepada para juri di persidangan, bawa klienya telah mengakui bahwa dirinya benar telah membuat akun FB palsu itu dan benar telah mengirimkan pesan kepada sejumlah pihak. Tapi, Lawton meminta kepada para juri untuk mempertimbangkan apakah ada unsur suka sama suka dalam dakwaan tindakan pemerkosaan yang dihadapi kliennya.
(aww)