Media AS: Pentagon Perbarui Rencana Perang dengan Rusia

Senin, 21 September 2015 - 09:21 WIB
Media AS: Pentagon Perbarui...
Media AS: Pentagon Perbarui Rencana Perang dengan Rusia
A A A
WASHINGTON - Pentagon Amerika Serikat (AS) dilaporkan meninjau dan memperbarui rencana darurat guna perang dengan Rusia untuk pertama kalinya sejak runtuhnya Uni Soviet tahun 1991. Hal itu diungkap seorang pejabat pertahanan kepada media AS.

”Mengingat situasi keamanan, mengingat tindakan Rusia, telah menjadi jelas bahwa kita perlu memastikan untuk memperbarui rencana yang kita miliki dalam menanggapi setiap agresi potensial terhadap sekutu NATO,” kata pejabat senior pertahanan AS yang mengetahui rencana Pentagon tersebut kepada Foreign Policy (FP).

Menurut Michèle Flournoy, mantan Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan AS yang juga koordinator pendiri Center for a New American Security, mengatakan kebijakan AS itu dipicu oleh situasi Ukraina. ”Invasi Rusia dari timur Ukraina membuat ‘debu’ rencana kontijensi AS bertaburan,” katanya kepada FP, yang dilansir semalam (20/9/2015).

Kremlin sendiri telah berulang kali membantah berperan dalam konflik Ukraina. Tapi, Pemerintah Ukraina yang didukung Barat terus menuduh Rusia mendukung pemberontak di Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur dengan pasokan senjata dan personel.

Menurut seorang pejabat senior Pentagon tersebut, rencana baru AS fokus pada hipotesa serangan Rusia ke Baltik. Ada dua rencana AS; pertama fokus pada apa yang AS lakukan sebagai bagian dari NATO jika Rusia memilih untuk menyerang negara anggota NATO. Rencana kedua, tindakan independen AS terhadap Rusia.

Ketegangan NATO dan Rusia mulai memanas sejak negara-negara Baltik khawatir akan diinvasi Rusia setelah Ukraina. Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, pada Februari lalu juga khawatir pada nasib negara-negara Baltik jika rezim Presiden Vladimir Putin beraksi.

Presiden Putin kepada media Italia beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keresahan-keresahan yang menyalahkan Rusia tidak harus ditanggapi dengan serius. Menurutnya, Rusia tidak pernah agresif bahkan hampir tidak ada basis militer Rusia di luar negeri.

”Saya berpikir bahwa hanya orang gila yang bisa membayangkan bahwa Rusia tiba-tiba akan menyerang NATO. Saya pikir beberapa negara hanya mengambil keuntungan dari ketakutan masyarakat berkaitan dengan Rusia,” ujar Putin.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
2 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved