Anggota ISIS Gunakan Paspor Curian untuk Masuk ke Eropa
Kamis, 17 September 2015 - 19:23 WIB
Anggota ISIS Gunakan Paspor Curian untuk Masuk ke Eropa
A
A
A
LONDON - Media Inggris, Daily Mail, menurunkan laporan investigasi yang menyatakan anggota ISIS menggunakan paspor asli Suriah saat mereka menyamar sebagai pengungsi agar bisa masuk ke Eropa. Paspor dan sejumlah dokumen identitas ini didapatkan anggota ISIS dari seorang calo yang berada di sebuah kota perbatasan di Turki.
Seperti disutat dari Daily Mail, Kamis (17/9/2015), seorang wartawan media itu yang menyamar sebagai pengungsi Suriah dengan mudah mendapatkan paspor Suriah, kartu identitas dan surat izin pengemudi dari seorang calo di sebuah kota perbatasan di Turki. Dokumen-dokumen tersebut adalah dokumen asli yang kosong hasil curian di Suriah.
Para calo kemudian tinggal menambahkan foto dari sang wartawan dan memberikannya identitas pria Suriah yang telah tewas di Aleppo pada tahun lalu. Untuk itu semua, sang wartawan dikenakan biaya sebesar USD 2.000.
Menurut sang calo, ISIS sengaja mengincar kantor pemerintahan saat mereka menguasai sebuah wilayah. Mereka mengetahui jika kantor pemerintahan menyimpan dokumen, paspor, surat-surat, bahkan alat cetak yang digunakan untuk membuat kartu identitas.
Para anggota ISIS pun kerap menggunakan jasa para calo untuk melakukan perjalanan lintas Eropa. Cara ini pula yang digunakan oleh anggota ISIS untuk bersembunyi diantara puluhan ribu pengungsi yang melarikan diri dari Suriah.
Setelah berada di Eropa, mereka membentuk sel-sel bawah tanah dengan bebas berkat identitas baru mereka. "Mereka akan menunggu waktu yang tepat untuk menjadi seorang pejuang ISIS lagi," sebut laporan itu.
Seperti disutat dari Daily Mail, Kamis (17/9/2015), seorang wartawan media itu yang menyamar sebagai pengungsi Suriah dengan mudah mendapatkan paspor Suriah, kartu identitas dan surat izin pengemudi dari seorang calo di sebuah kota perbatasan di Turki. Dokumen-dokumen tersebut adalah dokumen asli yang kosong hasil curian di Suriah.
Para calo kemudian tinggal menambahkan foto dari sang wartawan dan memberikannya identitas pria Suriah yang telah tewas di Aleppo pada tahun lalu. Untuk itu semua, sang wartawan dikenakan biaya sebesar USD 2.000.
Menurut sang calo, ISIS sengaja mengincar kantor pemerintahan saat mereka menguasai sebuah wilayah. Mereka mengetahui jika kantor pemerintahan menyimpan dokumen, paspor, surat-surat, bahkan alat cetak yang digunakan untuk membuat kartu identitas.
Para anggota ISIS pun kerap menggunakan jasa para calo untuk melakukan perjalanan lintas Eropa. Cara ini pula yang digunakan oleh anggota ISIS untuk bersembunyi diantara puluhan ribu pengungsi yang melarikan diri dari Suriah.
Setelah berada di Eropa, mereka membentuk sel-sel bawah tanah dengan bebas berkat identitas baru mereka. "Mereka akan menunggu waktu yang tepat untuk menjadi seorang pejuang ISIS lagi," sebut laporan itu.
(esn)