Paus Francis Ingatkan ISIS Bisa Menyusup ke Pengungsi
Selasa, 15 September 2015 - 12:17 WIB
Paus Francis Ingatkan ISIS Bisa Menyusup ke Pengungsi
A
A
A
VATIKAN - Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus (Francis) memperingatkan bahaya bahwa ISIS bisa menyusup ke kelompok pengungsi di Eropa untuk mendapatkan keuntungan. Paus menyalahkan sistem kapitalisme global yang buruk dan tidak adil sebagai biang krisis pengungsi di Eropa.
”Penyebabnya adalah sistem sosial ekonomi yang buruk dan tidak adil, dalam segala hal di dunia,” kata Paus Francis dalam sebuah wawancara dengan Radio Renascenca. ”Orang-orang miskin yang melarikan diri dari perang, kelaparan, tapi itu adalah ‘puncak gunung es’,” lanjut Paus mengacu pada dampak kaptalisme global yang dia ibaratkan seperti fenomena gunung es.
”Fenomena migrasi ini adalah kenyataan,” katanya.”Ketika ada ruang kosong, orang mencoba untuk mengisinya. Jika suatu negara tidak memiliki anak, imigran datang dan mengambil tempat mereka. Saya pikir tingka kelahiran (rendah) di Italia, Portugal dan Spanyol,” sambung Paus yang dilansir semalam (14/9/2015).
Ditanya tentang penyambutan para pengungsi dan migran yang tiba di depan pintu Uni Eropa, Paus memperingatkan bahwa sikap umum masyarakat Eropa terhadap warga asing yang telah berubah menjadi buruk karena dipengaruhi ancaman dari kelompok teroris baru yang sebelumnya tidak pernah ada.
“Saat ini, kondisi keamanan teritorial tidak sama,” ujar Paus.”Yang benar adalah bahwa hanya 400 kilometer dari Sisilia ada kelompok teroris yang sangat kejam. Jadi ada bahaya infiltrasi, ini memang benar,” lanjut Paus mengacu kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berkali-kali mengancam akan menyerang Eropa.
Selama setahun terakhir ISIS telah menyebarkan kampanye online berisis ancaman untuk menyerang Italia dengan menggunakan Libya sebagai "pintu gerbang” ke Roma. Selain itu, ISIS juga kerap menyebarkan kampanye berupa ancaman untuk menduduki Vatikan dan mengibarkan bendera hitam di atas Takhta Suci.
Ditanya apakah teroris mungkin menyusup ke kelompok pengungsi massal di Eropa dan bisa menyerang tempat-tempat suci di Roma? Paus menjawab: "Ya, tidak ada yang mengatakan Roma kebal terhadap ancaman ini.”
”Penyebabnya adalah sistem sosial ekonomi yang buruk dan tidak adil, dalam segala hal di dunia,” kata Paus Francis dalam sebuah wawancara dengan Radio Renascenca. ”Orang-orang miskin yang melarikan diri dari perang, kelaparan, tapi itu adalah ‘puncak gunung es’,” lanjut Paus mengacu pada dampak kaptalisme global yang dia ibaratkan seperti fenomena gunung es.
”Fenomena migrasi ini adalah kenyataan,” katanya.”Ketika ada ruang kosong, orang mencoba untuk mengisinya. Jika suatu negara tidak memiliki anak, imigran datang dan mengambil tempat mereka. Saya pikir tingka kelahiran (rendah) di Italia, Portugal dan Spanyol,” sambung Paus yang dilansir semalam (14/9/2015).
Ditanya tentang penyambutan para pengungsi dan migran yang tiba di depan pintu Uni Eropa, Paus memperingatkan bahwa sikap umum masyarakat Eropa terhadap warga asing yang telah berubah menjadi buruk karena dipengaruhi ancaman dari kelompok teroris baru yang sebelumnya tidak pernah ada.
“Saat ini, kondisi keamanan teritorial tidak sama,” ujar Paus.”Yang benar adalah bahwa hanya 400 kilometer dari Sisilia ada kelompok teroris yang sangat kejam. Jadi ada bahaya infiltrasi, ini memang benar,” lanjut Paus mengacu kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berkali-kali mengancam akan menyerang Eropa.
Selama setahun terakhir ISIS telah menyebarkan kampanye online berisis ancaman untuk menyerang Italia dengan menggunakan Libya sebagai "pintu gerbang” ke Roma. Selain itu, ISIS juga kerap menyebarkan kampanye berupa ancaman untuk menduduki Vatikan dan mengibarkan bendera hitam di atas Takhta Suci.
Ditanya apakah teroris mungkin menyusup ke kelompok pengungsi massal di Eropa dan bisa menyerang tempat-tempat suci di Roma? Paus menjawab: "Ya, tidak ada yang mengatakan Roma kebal terhadap ancaman ini.”
(mas)