Luas Wilayah Jadi Tantangan Terbesar Perlindungan WNI di Saudi
Minggu, 06 September 2015 - 21:19 WIB
Luas Wilayah Jadi Tantangan Terbesar Perlindungan WNI di Saudi
A
A
A
RIYADH - Luasnya wilayah Arab Saudi diakui Kuasa Usaha Add Interiim (KUAI) Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi Sunarko menjadi salah satu tantangan terbesar dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, khususnya para Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Jarak satu kota dengan kota lain, atau antara desa dengan desa memang sangat jauh. Contohnya seperti jarak antara Riyadh dan Mekah, dimana jarak dua kota besar di Saudi itu mencapai 1.000 Km, yang bila ditempuh dengan jalur darat membutuhkan waktu setidaknya delapan jam perjalanan.
"Tantangan terbesar kita dalam melakukan perlindungan WNI di sini adalah jarak yang sangat jauh antara satu kota dengan kota yang lainnya. Bayangkan, di sini untuk mencapai wilayah paling utara, satu Provinsi, di mana disana cukup banyak WNI, kami harus menempuh jarak 1.400 Km," tuturnya.
"Di wilayah lainnya lagi, rata-rata jarak antar kota adalah 700 Km. Tapi, bila sudah menyangkut nasib WNI, kami tetap datangi kota bersangkutan. Bila tidak bisa melalui udara, ya kita melalui darat," sambungnya kala ditemui Sindonews di Riyadh pada Sabtu (5/9/2015).
Salah satu solusi untuk bisa terus memberikan perlindungan kepada WNI, lanjut Sunarko, adalah dengan membangun hubungan baik dengan kelompok masyarakat di kota, atau desa-desa tersebut. Bila hubungan sudah terbina, maka pihak KBRI hanya tinggal melakukan koordinasi dengan kelompok masyarakat tersebut melalui sambungan telepon.
Jarak satu kota dengan kota lain, atau antara desa dengan desa memang sangat jauh. Contohnya seperti jarak antara Riyadh dan Mekah, dimana jarak dua kota besar di Saudi itu mencapai 1.000 Km, yang bila ditempuh dengan jalur darat membutuhkan waktu setidaknya delapan jam perjalanan.
"Tantangan terbesar kita dalam melakukan perlindungan WNI di sini adalah jarak yang sangat jauh antara satu kota dengan kota yang lainnya. Bayangkan, di sini untuk mencapai wilayah paling utara, satu Provinsi, di mana disana cukup banyak WNI, kami harus menempuh jarak 1.400 Km," tuturnya.
"Di wilayah lainnya lagi, rata-rata jarak antar kota adalah 700 Km. Tapi, bila sudah menyangkut nasib WNI, kami tetap datangi kota bersangkutan. Bila tidak bisa melalui udara, ya kita melalui darat," sambungnya kala ditemui Sindonews di Riyadh pada Sabtu (5/9/2015).
Salah satu solusi untuk bisa terus memberikan perlindungan kepada WNI, lanjut Sunarko, adalah dengan membangun hubungan baik dengan kelompok masyarakat di kota, atau desa-desa tersebut. Bila hubungan sudah terbina, maka pihak KBRI hanya tinggal melakukan koordinasi dengan kelompok masyarakat tersebut melalui sambungan telepon.
(esn)