Presiden Korsel Tuntut Rezim Pyongyang Minta Maaf
Senin, 24 Agustus 2015 - 11:29 WIB
Presiden Korsel Tuntut Rezim Pyongyang Minta Maaf
A
A
A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, pada Senin (24/8/2015) menuntut Pemerintah Korea Utara (Korut) atau rezim Pyongyang meminta maaf. Tuntutan itu sebagai respons atas penanaman ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai dua perwira tentara Korsel.
Maaf dari Korut, kata Park, harus disampaikan dalam pembicaraan kedua Korea yang telah memasuki hari ketiga. Perundingan digelar setelah dua Korea di ambang perang.
”Kami membutuhkan permintaan maaf dan langkah-langkah yang jelas untuk mencegahkekambuhan dari provokasi dan situasi tegang tersebut,” kata Presiden Park, dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya, seperti dilansir Reuters.
Meski melakukan perundingan dengan Korsel di Desa Panmunjom, di DMZ, Korut juga mengerahkan puluhan kapal selam, artileri dan seumlah kendaraan amfibi. Langkah Pyongyang itu, dianggap Kementerian Pertahanan Korsel sebagai taktik ganda. (Baca: Kerahkan Kapal Perang, Korut Pakai Taktik Perang dan Damai)
”Kami mendeteksi gerakan yang tidak biasa dari kapal selam Korut, (kapal-kapal selam) mereka telah meninggalkan pangkalan, dan Korut juga mengerahkan dua kali lipat kekuatan artileri di sepanjang perbatasan,” kata seorang pejabat kementerian itu.
”Ini jelas menunjukkan taktik ganda Korut, yakni dari kedua strategi damai dan perang terhadap Seoul,” lanjut pejabat itu. ”Kami terus mempertahankan kewaspadaan militer tingkat tinggi dan fokus pada perhatian yang dekat dengan gerakan militer Korut.”
Maaf dari Korut, kata Park, harus disampaikan dalam pembicaraan kedua Korea yang telah memasuki hari ketiga. Perundingan digelar setelah dua Korea di ambang perang.
”Kami membutuhkan permintaan maaf dan langkah-langkah yang jelas untuk mencegahkekambuhan dari provokasi dan situasi tegang tersebut,” kata Presiden Park, dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya, seperti dilansir Reuters.
Meski melakukan perundingan dengan Korsel di Desa Panmunjom, di DMZ, Korut juga mengerahkan puluhan kapal selam, artileri dan seumlah kendaraan amfibi. Langkah Pyongyang itu, dianggap Kementerian Pertahanan Korsel sebagai taktik ganda. (Baca: Kerahkan Kapal Perang, Korut Pakai Taktik Perang dan Damai)
”Kami mendeteksi gerakan yang tidak biasa dari kapal selam Korut, (kapal-kapal selam) mereka telah meninggalkan pangkalan, dan Korut juga mengerahkan dua kali lipat kekuatan artileri di sepanjang perbatasan,” kata seorang pejabat kementerian itu.
”Ini jelas menunjukkan taktik ganda Korut, yakni dari kedua strategi damai dan perang terhadap Seoul,” lanjut pejabat itu. ”Kami terus mempertahankan kewaspadaan militer tingkat tinggi dan fokus pada perhatian yang dekat dengan gerakan militer Korut.”
(mas)