Penyerang Kereta di Prancis Dicurigai Anggota Kelompok Radikal
Sabtu, 22 Agustus 2015 - 22:03 WIB
Penyerang Kereta di Prancis Dicurigai Anggota Kelompok Radikal
A
A
A
PARIS - Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve, menyatakan pria bersenjata yang menyerang kereta api di Prancis dicurigai sebagai anggota kelompok Islam radikal. Meski begitu, Cazeneuve belum bisa mengungkapkan identitas pelaku.
"Sangat penting untuk berhati-hati mengungkapkan identitas pelaku, karena memang belum diketahui secara pasti," kata Cazeneuve, seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/8/2015).
"Identitas yang bisa dikonfirmasi adalah dia berusia 26 tahun berkebangsaan Maroko. Hal itu berdasarkan informasi yang diberikan oleh pihak berwenang Spanyol kepada Badan Intelijen Prancis, yang telah mengawasi pelaku sejak Februari 2014 karena diduga terlibat dalam gerakan Islam radikal," tutur Cazeneuve.
Lebih jauh, Cazeneuve menyatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah otoritas di Eropa guna mengetahui tujuan perjalanan dan kegiatan yang dilakukan pelaku.
Cazeneuve mengatakan, penyerang mempunyai senjata serbu Kalashnikov, pistol otomatis, amunisi, dan pisau cutter. Saat ini, pelaku penyerangan telah dipindahkan ke wilayah Paris dari Arras di utara Prancis dimana insiden itu terjadi.
Cazeneuve kemudian mengungkapkan kronologis kejadian. Menurutnya, aksi perlawanan dilakukan saat dua marinir Amerika Serikat (AS) menerima informasi bahwa pria bersenjata AK-47 sedang berada di toilet kereta api untuk mempersiapkan serangan. Pria bersenjata itu telah menyiapkan jalur untuk melarikan diri dari toilet.
Namun, aksi teroris itu berhasil digagalkan kedua marinir AS setelah terjadi perkelahian. Tembakan pria bersenjata itu dilaporkan mengenai satu orang hingga mengalami luka serius.
"Sangat penting untuk berhati-hati mengungkapkan identitas pelaku, karena memang belum diketahui secara pasti," kata Cazeneuve, seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/8/2015).
"Identitas yang bisa dikonfirmasi adalah dia berusia 26 tahun berkebangsaan Maroko. Hal itu berdasarkan informasi yang diberikan oleh pihak berwenang Spanyol kepada Badan Intelijen Prancis, yang telah mengawasi pelaku sejak Februari 2014 karena diduga terlibat dalam gerakan Islam radikal," tutur Cazeneuve.
Lebih jauh, Cazeneuve menyatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah otoritas di Eropa guna mengetahui tujuan perjalanan dan kegiatan yang dilakukan pelaku.
Cazeneuve mengatakan, penyerang mempunyai senjata serbu Kalashnikov, pistol otomatis, amunisi, dan pisau cutter. Saat ini, pelaku penyerangan telah dipindahkan ke wilayah Paris dari Arras di utara Prancis dimana insiden itu terjadi.
Cazeneuve kemudian mengungkapkan kronologis kejadian. Menurutnya, aksi perlawanan dilakukan saat dua marinir Amerika Serikat (AS) menerima informasi bahwa pria bersenjata AK-47 sedang berada di toilet kereta api untuk mempersiapkan serangan. Pria bersenjata itu telah menyiapkan jalur untuk melarikan diri dari toilet.
Namun, aksi teroris itu berhasil digagalkan kedua marinir AS setelah terjadi perkelahian. Tembakan pria bersenjata itu dilaporkan mengenai satu orang hingga mengalami luka serius.
(esn)