Pelaku Penyerangan Kereta di Prancis Sempat ke Suriah
Sabtu, 22 Agustus 2015 - 21:20 WIB
Pelaku Penyerangan Kereta di Prancis Sempat ke Suriah
A
A
A
ARRAS - Seorang pejabat di Spanyol mengatakan, tersangka pelaku penembakan di sebuah kereta api rute Amsterdam-Paris pernah melakukan perjalanan ke Timur Tengah, tepatnya Suriah.
Pejabat dari satuan anti terorisme Spanyol itu mengatakan, pelaku sempat tinggal di Spanyol hingga 2014 lalu. Ia kemudian pindah ke Prancis dan melakukan perjalanan ke Suriah. "Ia kemudian kembali lagi ke Prancis," ujar pejabat yang identitasnya tak ingin diketahui itu seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (22/8/2015).
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan, pelaku kemungkinan adalah warga keturunan Maroko dan berusia 26 tahun. Pelaku telah dicurigai oleh otoritas Spanyol mempunyai hubungan dengan gerakan Islam radikal. Namun, Cazeneuve menegaskan, identitas tersangka belum dikonfirmasi 100 persen.
Cazeneuve mengatakan, pelaku beraksi saat seorang warga Prancis berlari ke arah pelaku saat untuk masuk ke kamar mandi. Pelaku kemudian melepaskan tembakan. Tiga warga Amerika Serikat dan satu penumpang asal Inggris membantu untuk meringkus pria bersenjata itu.
Akibatnya, dua orang terluka, salah satunya adalah warga AS yang melawan dan mencoba meringkus tersangka. Satu korban lagi adalah seorang berkewarganegaraan ganda Prancis-AS. Keduanya terkena tembakan.
Pejabat dari satuan anti terorisme Spanyol itu mengatakan, pelaku sempat tinggal di Spanyol hingga 2014 lalu. Ia kemudian pindah ke Prancis dan melakukan perjalanan ke Suriah. "Ia kemudian kembali lagi ke Prancis," ujar pejabat yang identitasnya tak ingin diketahui itu seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (22/8/2015).
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan, pelaku kemungkinan adalah warga keturunan Maroko dan berusia 26 tahun. Pelaku telah dicurigai oleh otoritas Spanyol mempunyai hubungan dengan gerakan Islam radikal. Namun, Cazeneuve menegaskan, identitas tersangka belum dikonfirmasi 100 persen.
Cazeneuve mengatakan, pelaku beraksi saat seorang warga Prancis berlari ke arah pelaku saat untuk masuk ke kamar mandi. Pelaku kemudian melepaskan tembakan. Tiga warga Amerika Serikat dan satu penumpang asal Inggris membantu untuk meringkus pria bersenjata itu.
Akibatnya, dua orang terluka, salah satunya adalah warga AS yang melawan dan mencoba meringkus tersangka. Satu korban lagi adalah seorang berkewarganegaraan ganda Prancis-AS. Keduanya terkena tembakan.
(esn)