Israel Layangkan Protes Soal Kesepakatan Nuklir Iran
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 18:48 WIB
Israel Layangkan Protes Soal Kesepakatan Nuklir Iran
A
A
A
YERUSALEM - Israel melancarkan protes kepada enam negara kekuatan dunia yang menandatangani perjanjian nuklir internasional dengan Iran. Protes yang ke enam kalinya ini dilakukan sehari setelah rentetan roket ditembakkan ke wilayah negara itu dari Suriah. Israel menudiang, Teheran berada di belakang aksi tersebut.
Israel sengaja mengeluarkan surat protes ini jelang rapat Kongres Amerika Serikat (AS) yang akan mengambil sikap apakah akan menerima kesepakatan itu atau menolaknya. Kelompok sayap kanan Israel sebelumnya meminta Kongres AS untuk menolak kesepakatan itu. Mereka menilai, kesepakatan itu akan memberikan Iran kebebasan untuk melakukan agresi ke negeri zionis tersebut.
"Ini adalah sebuah demonstrasi terang-terangan dan jelas dari keterlibatan Iran dalam memberikan dukungan yang terus menerus kepada kelompok teroris untuk menyerang Israel dan wilayah Israel pada umumnya," begitu bunyi surat protes yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel seperti dilansir financial times, Jumat (21/8/2015).
"Serangan ini terjadi tepat sebelum tinta di atas surat perjanjian itu mengering dan jelas-jelas menunjukkan bagaimana Iran bermaksud untuk terus melakukan tindakan destabilisasi dan akan membatalkan kesepakatan internasional itu di waktu yang akan datang," begitu bunyi surat protes Israel.
Sebelumnya, dua roket menghantam wilayah utara Israel, tepatnya di wilayah Galilea dan dua lagi jatuh di area terbuka di Dataran Tinggi Golan, wilayah Israel. Tindakan ini direspons oleh Israel dengan melakukan serangan udara dan artileri ke Golan, Suriah, yang dikendalikan oleh tentara yang loyal kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Israel sengaja mengeluarkan surat protes ini jelang rapat Kongres Amerika Serikat (AS) yang akan mengambil sikap apakah akan menerima kesepakatan itu atau menolaknya. Kelompok sayap kanan Israel sebelumnya meminta Kongres AS untuk menolak kesepakatan itu. Mereka menilai, kesepakatan itu akan memberikan Iran kebebasan untuk melakukan agresi ke negeri zionis tersebut.
"Ini adalah sebuah demonstrasi terang-terangan dan jelas dari keterlibatan Iran dalam memberikan dukungan yang terus menerus kepada kelompok teroris untuk menyerang Israel dan wilayah Israel pada umumnya," begitu bunyi surat protes yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel seperti dilansir financial times, Jumat (21/8/2015).
"Serangan ini terjadi tepat sebelum tinta di atas surat perjanjian itu mengering dan jelas-jelas menunjukkan bagaimana Iran bermaksud untuk terus melakukan tindakan destabilisasi dan akan membatalkan kesepakatan internasional itu di waktu yang akan datang," begitu bunyi surat protes Israel.
Sebelumnya, dua roket menghantam wilayah utara Israel, tepatnya di wilayah Galilea dan dua lagi jatuh di area terbuka di Dataran Tinggi Golan, wilayah Israel. Tindakan ini direspons oleh Israel dengan melakukan serangan udara dan artileri ke Golan, Suriah, yang dikendalikan oleh tentara yang loyal kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
(esn)