Dokumen Rahasia di Pakistan Sebut ISIS Tak Minat Serang AS

Selasa, 18 Agustus 2015 - 11:19 WIB
Dokumen Rahasia di Pakistan...
Dokumen Rahasia di Pakistan Sebut ISIS Tak Minat Serang AS
A A A
WASHINGTON - Sebuah dokumen “jihad” rahasia tentang sejarah ISIS ditemukan di salah satu daerah suku di Pakistan. Dokumen itu salah satunya berisi keengganan ISIS untuk menyerang Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat karena lebih tertarik mengembangkan “khalifah” di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dokumen rahasia yang ditemukan itu berjudul; “A Brief History of the Islamic State Caliphate (ISC)”. Tulisan aslinya berwujud dalam bahasa Urdu. Dokumen itu bahkan dianggap setara dengan buku “Mein Kampf” karya Adolf Hitler.

“Daripada membuang-buang energi dalam konfrontasi langsung dengan AS, kita harus fokus pada pemberontakan bersenjata di dunia Arab untuk pembentukan kekhalifahan,” bunyi dokumen dalam bahasa Urdu yang ditemukan oleh American Media Institute (AMI).

Menurut isi dokumen itu, ada enam tahapan yang akan dicapai kelompok Negara Islam (IS) atau sebelumnya dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pada tahap kelima, kelompok itu memproklamirkan kekhalifahan dan akan diikuti oleh tahap terakhir yakni, perang terbuka pada tahun 2017. Dokumen berisi 32 halaman itu juga berisi sejarah dan rencana strategi “jihad” modern.

”Bunyinya seperti kekhalifahan ala Mein Kampf,” kata seorang pejabat intelijen AS, yang telah membaca dokumen rahasia itu. “Sementara dunia sedang menonton video pemenggalan kepala dan penyaliban di Irak dan Suriah,kelompok Negara Islam bergerak ke Afrika Utara-Timur Tengah,” lanjut pejabat intelijen AS yang menolak diidentifikasi, seperti dikutip Daily Mail, semalam (17/8/2015).

”Kami melihat ia (ISIS) memiliki strategi di Asia Selatan. Ini trik ‘pesulap’, tontonlah tangan ini dan Anda tidak akan pernah melihat hal lain yang telah dilakukan,” lanjut dia. Keaslian dokumen itu telah dikonfirmasi oleh pensiunan Direktur Badan Intelijen Pertahanan AS, Jenderal Michael Flynn.

Jejak ISIS di Pakistan dan Afghanistan sudah nyata, setelah kelompok itu beberapa waktu lalu meledakkan sejumlah simpatisan Taliban yang dipaksa berlutut di atas tanah yang ditanam dinamit.
(mas)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
32 menit yang lalu
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
41 menit yang lalu
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
55 menit yang lalu
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
1 jam yang lalu
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
1 jam yang lalu
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
2 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved