Pemerkosa di Australia Marah setelah Tahu Korbannya Idap HIV
Selasa, 11 Agustus 2015 - 17:46 WIB
Pemerkosa di Australia Marah setelah Tahu Korbannya Idap HIV
A
A
A
BRISBANE - Pria tersangka pemerkosa di Brisbane, Australia, Philip Donald Jason, 48, marah dan kini tertekan setelah mengetahui korban yang dia perkosa seorang pengidap HIV positif.
Dia telah dibawa ke Pengadilan Negeri Brisbane atas tindakannya itu. Pengacaranya, Andrew O’Brien, minta agar kliennya dihukum ringan. Alasannya, kliennya tersebut sudah tertekan karena khawatir ikut tertular HIV dari korban perkosaan.
Tindakan Jason dianggap “menyeberangi garis”. Sebab, ketika insiden yang terjadi pada Juni tahun lalu, korban memintanya untuk berhenti memperkosa, tapi Jason mengabaikan permintaan korban.
Setelah memperkosa, Jason lari dengan membawa tas, ponsel dan kacamata hitam. Dia kemudian ditangkap dan diberitahu jika korbannya itu pengidap HIV positif.
“Dia pertama kali dibuat sadar setelah dia ditangkap. Dia jelas tertekan dan marah,” kata O’Brien, seperti dilansir Daily Mirror, semalam.
O'Brien juga meminta hakim pengadilan untuk memberikan grasi pada kliennya, dengan alasan kliennya telah menderita selama beberapa bulan menjalani tes medis dan hasilnya belum pasti.
Tapi hakim Fleur Kingham mengatakan alasan itu tidak relevan.”Ini konsekuensi dari apa yang dia lakukan, terlibat dalam hubungan seksual tanpa kondom,” kata hakim Kingham.
Jason mengaku bersalah atas tindakan pemerkosaan, pencurian dan penyerangan yang dilakukannya pada Juni tahun lalu di Brisbane.Hakim Kingham mengatakan, Jason telah menghabiskan sekitar delapan bulan dalam tahanan untuk pelanggaran ini, karena ia telah menolak jaminan.
Hakim tersebut menjatuhkan hukuman 2,5 setengah tahun penjara pada Jason dengan pembebasan bersyarat.
Dia telah dibawa ke Pengadilan Negeri Brisbane atas tindakannya itu. Pengacaranya, Andrew O’Brien, minta agar kliennya dihukum ringan. Alasannya, kliennya tersebut sudah tertekan karena khawatir ikut tertular HIV dari korban perkosaan.
Tindakan Jason dianggap “menyeberangi garis”. Sebab, ketika insiden yang terjadi pada Juni tahun lalu, korban memintanya untuk berhenti memperkosa, tapi Jason mengabaikan permintaan korban.
Setelah memperkosa, Jason lari dengan membawa tas, ponsel dan kacamata hitam. Dia kemudian ditangkap dan diberitahu jika korbannya itu pengidap HIV positif.
“Dia pertama kali dibuat sadar setelah dia ditangkap. Dia jelas tertekan dan marah,” kata O’Brien, seperti dilansir Daily Mirror, semalam.
O'Brien juga meminta hakim pengadilan untuk memberikan grasi pada kliennya, dengan alasan kliennya telah menderita selama beberapa bulan menjalani tes medis dan hasilnya belum pasti.
Tapi hakim Fleur Kingham mengatakan alasan itu tidak relevan.”Ini konsekuensi dari apa yang dia lakukan, terlibat dalam hubungan seksual tanpa kondom,” kata hakim Kingham.
Jason mengaku bersalah atas tindakan pemerkosaan, pencurian dan penyerangan yang dilakukannya pada Juni tahun lalu di Brisbane.Hakim Kingham mengatakan, Jason telah menghabiskan sekitar delapan bulan dalam tahanan untuk pelanggaran ini, karena ia telah menolak jaminan.
Hakim tersebut menjatuhkan hukuman 2,5 setengah tahun penjara pada Jason dengan pembebasan bersyarat.
(mas)