Biro Cuaca Australia Sebut El Nino Telah Muncul
Selasa, 04 Agustus 2015 - 15:20 WIB
Biro Cuaca Australia Sebut El Nino Telah Muncul
A
A
A
SYDNEY - Bureau of Meteorology (BOM) atau Biro Cuaca Australia, pada Selasa (4/8/2015), mengatakan bahwa El Nino telah muncul yang ditandai dengan peningkatan suhu di permukaan laut di kawasan Samudera Pasifik.
Peningkatan suhu itu, menurut BOM, akan terus terjadi hingga mencapai level tertinggi dalam 19 tahun terakhir.
El Nino yang ditandai dengan pemanasan suhu di permukaan laut itu dapat menyebabkan cuaca panas terik di seluruh Asia dan Afrika timur. Tapi, memicu hujan lebat dan banjir di wilayah Amerika Selatan.
”Minggu terakhir (suhu) di kawasan tropis Pasifik tengah adalah 1,6 derajat Celsius di atas normal, dan perlahan-lahan terus mengalami pemanasan,” kata pejabat Layanana Prediksi Iklim di BOM, Andrew Watkins, seperti dikutip Reuters.
”Ingat, puncak biasanya terjadi di akhir tahun sehingga kami memiliki waktu 3-7 bulan. Peristiwa puncak antara November hingga Februari,” ujar Watkins.
Menurut prediksi BOM, suhu pada saat puncak El Nino rata-rata 2,7 derajat Celsius di atas normal terjadi pada Desember nanti. Angka itu akan menjadi yang terbesar sejak anomali tahun 1997. BOM mencatat, El Nino yang muncul tahun 1997 “sangat kuat” dibanding yang terjadi pada tahun 2002 dan 2009.
Fenoma El Nino, menurut BOM, bisa berdampak pada produksi tanaman pokok seperti gandum dan gula serta berimbas pada ternak di negara itu. Dampak El Nino juga diprediksi akan bertahan sampai awal 2016.
Peningkatan suhu itu, menurut BOM, akan terus terjadi hingga mencapai level tertinggi dalam 19 tahun terakhir.
El Nino yang ditandai dengan pemanasan suhu di permukaan laut itu dapat menyebabkan cuaca panas terik di seluruh Asia dan Afrika timur. Tapi, memicu hujan lebat dan banjir di wilayah Amerika Selatan.
”Minggu terakhir (suhu) di kawasan tropis Pasifik tengah adalah 1,6 derajat Celsius di atas normal, dan perlahan-lahan terus mengalami pemanasan,” kata pejabat Layanana Prediksi Iklim di BOM, Andrew Watkins, seperti dikutip Reuters.
”Ingat, puncak biasanya terjadi di akhir tahun sehingga kami memiliki waktu 3-7 bulan. Peristiwa puncak antara November hingga Februari,” ujar Watkins.
Menurut prediksi BOM, suhu pada saat puncak El Nino rata-rata 2,7 derajat Celsius di atas normal terjadi pada Desember nanti. Angka itu akan menjadi yang terbesar sejak anomali tahun 1997. BOM mencatat, El Nino yang muncul tahun 1997 “sangat kuat” dibanding yang terjadi pada tahun 2002 dan 2009.
Fenoma El Nino, menurut BOM, bisa berdampak pada produksi tanaman pokok seperti gandum dan gula serta berimbas pada ternak di negara itu. Dampak El Nino juga diprediksi akan bertahan sampai awal 2016.
(mas)